ALAMAT REDAKSI

PO.Box 118 Temanggung 56200
JAWA TENGAH - INDONESIA
HP/SMS/WA.085228085470

CP: Pdt. HOSEA AGUS SUSANTO,S.Pd.K, M.Miss
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Khotbah Pemuda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Khotbah Pemuda. Tampilkan semua postingan
Pacaran ???

Pacaran ???

No Comments
Oleh : Pdt. Mieke Mandey Ayat Pokok : YOHANES 10:10 Pencuri datang hanya untuk: 1. Mencuri 2. Membunuh 3. Membinasakan Tuhan Yesus datang untuk: 1. Memberi hidup 2. Kelimpahan Dari sejak semula memang iblis ingin menghancurkan “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (Kejadian 1:1). Lalu dikatakan bahwa “bumi tidak berbentuk dan kosong”. Mengapa demikian? Karena ada campur tangan iblis yang merusak ciptaan Allah yang sempurna. Hal ini tidak ditulis dalam kitab Kejadian tetapi ditulis dalam Yesaya 14. Di dalam kitab Yesaya kita dapat melihat adanya pemberontakan Lucifer. Iblis inilah yang selalu berusaha merusak karya Allah namun kita tahu bahwa Allah tidak pernah tinggal diam, Dia selalu menyempurnakan ciptaanNya dan menggenapkan rencanaNya. Kita tahu bahwa semua yang diciptakan Allah itu sempurna. Allah selalu memberi yang baik kepada manusia. Ada 7 kali kata “baik” disebutkan dalam kejadian Pasal 1 ini dan kita tahu bahwa angka 7 adalah angka sempurna. Jadi semua baik tetapi harus kita ketahui bahwa dari semua ciptaan Allah yang terbaik adalah manusia sebab manusia merupakan puncak ciptaan Allah yang paling sempurna dan paling mulia di antara ciptaan-ciptaan Allah yang lain. Mengapa? Sebab kita diciptakan segambar dengan Allah. Jadi di dalam diri kita ini terdapat kemuliaan Allah tetapi sayang gambar dan rupa Allah yang ada di dalam manusia itu telah dirusak oleh iblis. Tetapi Allah tidak tinggal diam karena Dia mengirim Yesus datang ke dunia untuk memulihkan keadaan manusia yang rusak sehingga gambar dan rupa yang rusak itu diganti dengan yang baru. Oleh sebab itu kita yang sudah dilahirkan kembali harus menjaga gambar dan rupa Allah yang telah dikembalikan Allah kepada kita dan jangan kita kembali dirusakkan lagi! Kita harus menjaganya dengan cara jangan memberi celah kepada iblis! Mengapa? Karena sampai saat ini iblis selalu tetap berusaha untuk dapat menghancurkan manusia dan saudara harus tahu bahwa begitu banyak cara dan siasat dari iblis untuk dapat menghancurkan anak-anak Tuhan. Salah satu hal yang sangat-sangat gencar yang dipakai oleh iblis pada saat-saat ini adalah menghancurkan keluarga. Dia akan merusak kesucian pernikahan Kristen melalui hubungan sex sebelum nikah. Serangan dan senjata ini khususnya ditujukan Iblis kepada pemuda dan remaja. Jadi masalah sex sebelum nikah harus dipahami benar. Perlu saudara remaja ketahui bahwa hubungan sex itu hanya dapat dilakukan oleh mereka yang sudah diteguhkan di dalam pernikahan yang kudus. Dengan kata lain mereka yang sudah menjadi suami isteri. Itulah sebabnya orang tua harus menjelaskan kepada anak-anak tentang hal ini. Jadi bagi semua yang belum menikah harus tahu bahwa Allah sangat menentang hubungan sex di luar pernikahan! Hal ini di mulai pada putra putri yang mulai menginjak pada masa remaja. Kita akan melihat suatu kisah yang diceritakan di dalam Kejadian 34:1-19 yaitu tentang 2 orang yang berlainan jenis yang sama-sama masih muda yaitu Dina dan Sikhem. Dina adalah anak perempuan Yakub satu-satunya yang lahir dari istri Yakub yang bernama Lea dan Sikhem adalah seorang pangeran muda putra Hemor orang Hewi raja negeri Sikhem. Tentunya saudara bertanya ada apa dengan kedua anak muda ini? Pada waktu Yakub bersama keluarganya sampai di Sikhem, di tanah Kanaan Yakub berkemah dan tinggal di sebelah timur kota tersebut. Di sana Yakub membeli sebidang tanah, mendirikan kemah disitu dan ia tinggal serta seluruh keluarganya (Kejadian 33:18-19). Jadi tempat tinggal Yakub berdekatan dengan kota Sikhem. Dina anak perempuan satu-satunya Yakub memiliki sifat antara lain: 1. Manja 2. Maunya sendiri. Kalau kita lihat dalam Kejadian 34:1 karena rasa kesepian maka Firman Allah katakana “Pergilah Dina ke kota untuk menemui gadis-gadis di kota sana”. Dina yang gadis desa ini waktu melihat penampilan gadis-gadis di kota maka Dina sangat tertarik dengan penampilan mereka karena ternyata gadis-gadis kota itu lebih modern daripada gadis-gadis yang ada di desanya itu. Maka dengan tidak berpikir panjang lagi maka Dina langsung bergaul dengan mereka. Ingat Firman Allah katakan bahwa “Kelakuan yang baik akan dirusakkan oleh pergaulan yang jahat”. PERGAULAN Kita tidak dilarang untuk berteman atau bergaul karena pergaulan itu juga penting tetapi kita harus tahu bahwa kita adalah remaja Kristen dan sebagai remaja Kristen tentu ada batas-batasnya dan tidak sembarang harus ada perbedaan. Dengan kata lain tidak sama. MODE-ANAK GAUL Artinya cara kita berpenampilan. Contoh: - Berpakaian kelihatan puser (Britney Spears) - Rambut - Dan lain-lain. Karena mode ini menjadi ciri atau identitas seseorang akan disebut “anak gaul dan kampung”. Mengikuti mode oke-oke aja tetapi tidak semua mode itu baik untuk kita ikuti. 1 Korintus 10:23 “Segala sesuatu”. Oleh sebab itu kita perlu selektif dalam hal memilih mode. Kejadian 34:2 “Ketika di lihat, dilarikan dan diperkosa”. Kalau kita membaca sepintas lalu pasti kita berpikir bahwa Dina dipaksa untuk melakukan hubungan sex tetapi kalau kita baca dari ayat 1 Dina sama sekali tidak dipaksa tetapi ia pergi ke Sikhem karena kemauannya sendiri. Ia bergaul bebas dengan orang-orang muda yang ada di Sikhem karena dasar suka dan ingin tahu. Mengapa Alkitab mengatakan bahwa Dina diperkosa? Untuk dapat mengetahui hal ini kita harus tahu adat istiadat orang Israel tidak sama dengan pengertian kita sekarang. Menurut mereka anak gadis yang kawin dengan seorang laki-laki tanpa adanya restu dan sepengetahuan dari orang tuanya itu berarti diperkosa. Hal ini akibat dari pergaulan bebas. Apalagi Sikhem anak raja dan ganteng siapa wanita yang tidak senang. Tentu di mata Dina Sikhem memiliki banyak kelebihan, antara lain: 1. Kaya 2. Punya nama 3. Ganteng 4. Pintar bergaul (Anak kota) 5. Romantis 6. Pintar Merayu Dengan hal-hal ini, kita bisa terlena dan pasti lupa segala-galanya maka pada akhirnya begitu mudahnya melakukan hubungan sex. Kejadian 34:3-4 kalau kita baca ayat ini maka akan berkata Sikhem baik sebab: 1. Dia Cinta 2. Mau bertanggung jawab “Ambillah bagiku gadis itu untuk jadi istriku” 1. “Ah ia mencintaiku” 2. “Ah ia orangnya bertanggungjawab” Dengan begitu banyak janji-janji gombal yang diucapkan laki-laki sehingga timbul dalam pikirannya “kan tidak mengapa karena ia mau bertanggungjawab apalagi ia mencintai aku”. Tidak mengapa anggap saja “persepakatan” ini semua akibat dari pergaulan bebas. Faktor yang lain juga yaitu kurangnya pengawasan atau perhatian dari orangtua khususnya dalam hal memberi pengarahan kepada anak-anaknya khususnya dalam hal berpacaran: 1. Yang penting bertanggungjawab 2. Sudah dilamar 3. Sudah disetujui oleh orangtua Banyak orangtua berpikir pokoknya menikah. Semua alasan di atas tidak benar. Pernikahan yang diawali dengan noda akan ada akibat buruk di masa mendatang karena jika rumah tangga dimulai dengan noda maka cepat atau lambat pasti akan mengalami kemalangan, hancur dan banyak persoalan sebab dasarnya tidak benar, yaitu hanya berdasarkan nafsu birahi. Mengapa kita harus menjaga kesucian atau keperawanan kita? Efesus 1:7 darah melambangkan kesucian. Kita tahu bahwa semua sudah berdosa dan jalan satu-satunya untuk dapat pengampunan atau keselamatan yaitu melalui penebusan dan itu dikerjakan oleh Yesus dengan mengeluarkan darah. Darah Yesus yang suci. Jadi darah lambang dari penebusan dan kesucian. Dengan demikian terjadi dalam pernikahan. Setiap pernikahan yang benar dan kudus akan ditandai dengan keluarnya darah. Darah tersebut merupakan tanda bahwa mempelai wanita benar-benar masih suci atau perawan. Oleh karena itu pemuda pemudi harus menjaga kesucian masing-masing sampai pada masuk dalam pernikahan yang kudus. Ibrani 13:4 “Hendaklah kamu” bagi orang Israel seorang gadis yang melakukan hubungan sex sebelum menikah disebut dengan perempuan sundal. Jadi permpuan sundal adalah sebutan yang dipakai bagi wanita yang tidak dapat menghargai kesuciannya. Ulangan 22:20-21 dilempari batu sampai mati. Bagi bangsa Israel hal ini merupakan aib. Saat ini seorang gadis yang sudah tidak perawan sebelum menikah tidak menjadi masalah bagi orang lain juga tidak dihukum mati seperti yang dialami oleh setiap orang Israel. Akan tetapi bagi kita orang percaya ini adalah dosa dan perbuatan ini akan menghasilkan buah yang pahit bagi dirinya. Enatah itu akibat buruk langsung dialami ataukah terjadi kelak kemudian hari (kepahitan, sakit hati, rasa dendam atau aib). Pacaran boleh saja tetapi harus ingat ada batas-batasnya. Kapan sih seseorang itu pantas pacaran? Tidak ada batasan. Ada yang SMP sudah pacaran dan ada yang sudah lulus kuliah belum pacaran. Kalau kita bisa bilang kapan pantasnya yaitu dengan melihat tujuan untuk apa? Jawabannya Cuma ada satu yaitu menikah karena kalau bukan tujuan itu lalu apa? 1. Coba-coba 2. Iseng 3. Daripada nganggur 4. Supaya dilihat orang 5. Kesepian 6. Ada teman ngobrol 7. Tidak gaul 8. Kampungan 9. dan lain-lain Kalau belum berani mikirin kawin jangan pacaran dulu lebih baik berteman. Pacaran itu penjajakan ke arah hubungan yang lebih serius yaitu pernikahan. Jadi tidak sama dengan pernikahan itu sebabnya tidak boleh melakukan hal-hal yang boleh dilakukan oleh suami istri. Maleakhi 2:14-16 Allah menghendaki keturunan Illahi Itulah sebabnya kita harus menjaga kekudusan karena hal ini sangat penting bagi setiap orang percaya. Firman Allah katakan bahwa hidup kita adalah rumah Allah (I Korintus 6:19). Kalau kita bait Allah maka yang ada dalam hidup ini adalah Allah, bukan hawa nafsu daging yang membawa kepada kehancuran. Ibrani 12:14 Ayat ini mengatakan kejarlah kekudusan karena tanpa kekudusan kita tidak berkenan kepada Tuhan. Dengan kata lain kekudusan harus dipelihara dalam hidup ini. Dengan apa orang muda mempertahankan kelakuannya yang bersih? Tentunya dengan Firman dan Roh Kudus. Kedua hal ini harus bekerja bersama-sama dalam hidup kita dan inilah yang akan membawa kita untuk hidup tidak bercela. Kejadian 6:9 Dikatakan Nuh adalah orang yang hidupnya tidak bercela pada sezamannya. Padahal kalau kita lihat pada zaman itu orang hidup dengan melakukan apa yang jahat di mata Tuhan (makan minum, kawin dan mengawinkan). Tetapi Nuh serta keluarganya tidak terpengaruh dengan pergaulan yang jahat. Apa rahasianya? Karena Nuh bergaul karib dengan Allah.
KRISTUS ADALAH  PUSAT  KEHIDUPAN

KRISTUS ADALAH PUSAT KEHIDUPAN

No Comments
Oleh :Dra. Ria Pasaribu M.Div Ayat Pokok: Surat Filipi SURAT PAULUS KEPADA JEMAAT FILIPI Introduksi: 1. Dari seluruh surat Rasul Paulus kepada Jemaat, Filipi merupakan surat yang sangat pribadi dan hangat adanya. Kecintaan Paulus kepada Jemaat terekspersi dengan indah dan mendalam [AD 49 & 52]. 2. Kata kunci yang seringkali diuraikan dalam tulisannya dari Penjara: “Sukacita” [chara {khar-ah’}] (1:3-4, 18, 25, 2:1-2, 16-18; 3:1; 4:1, 4), sehingga banyak orang mengatakan: surat Filipi adalah: Himne sukacita Paulus. 3. Kata kunci lain yang cukup dominan dipakai adalah : “Dalam Kristus” (2:1; 3:1; 10; 4:1: 10, 13). Dalam Eksposisi ini kita akan bagi dalam 4 bagian, sbb: Pasal 1. Kristus adalah hidup kita Pasal 2. Kristus adalah teladan kita Pasal 3. Kristus adalah tujuan kita Pasal 4. Kristus adalah kelengkapan bagi orang kristen KRISTUS ADALAH HIDUP KITA (1:1-30) I. PENULIS 1. Penulis surat yang indah ini, a. memperkenalkan dirinya sebagai Paulus b. seseorang yang masa lampaunya adalah penindas pengikut Kristus (persecutor, Kis 8:1-3, 1 Tim 1:13) c. namun sekarang ditindas (persecuted, Fil 1:12-14; Kis 28:30) [AD 60 & 62] 2. Penulis ditemani oieh Timotius, a. bersama Paulus dalam perjalanan misi kedua (Kis 16:1-3) b. seorang muda, yang membaktikan diri melayani Paulus, dan dikasihi Paulus sebagai anaknya (Fil 2:9-22) 3. Bersama mereka menyatakan diri sebagai “hamba” [doulos {doo'-los} | surat kepada jemaat Filipi & Roma, selain itu adalah Rasul]… a. titel “hamba” ini mengandung unsur: ketergantungan, ketaatan, dan menyadari diri dimiliki oleh (ownership). b. digunakan dalam hubungannya dengan Yesus Kristus: – adalah kata yang diikuti dengan harga diri yang nyata/real dignity – pengabdian yang mendalam kepada Tuhan (Fil 2:5) II. A. PENERIMA SURAT PAULUS 1. diidentifikasikan sebagai “Orang-orang kudus dalam Kristus Yesus” a. titel “kudus” adalah panggilan yang umum bagi pengikut Kristus dalam Perjanjian Baru. Ide dasar dari titel ini adalah “dipisahkan”/separation, untuk tujuan pengabdian/persembahan (Keluaran 19:6). b. Kudus “didalam Kristus”, di dalam Dia kita dipisahkan. Dan hanya dengan berada di dalam Dia dan mengalami pengampunan dosa-dosa melalui darah-Nya kita dipanggil menjadi orang-orang kudus (cf. Wah 1:5-6; 5:9-10). c. Adalah hal yang menarik untuk memperhatian kata yang kontras antara “hamba-hamba” dan “Orang-orang Kudus”. Melalui titel tersebut, Paulus dengan segera merendahkan dirinya dan meninggikan mereka, yang kepadanya ia menulis. Paulus mempraktekkan hal yang ditulisnya kemudian tentang kerendahan hati (Fil 2:3). [Education & Ethics] 2. Secara khusus, surat ini adalah bagi Orang-orang kudus di Filipi a. Jemaat di Filipi, permulaan jemaat terdapat pada Kis 16:9-15. Di mana Paulus mendapat panggilan melalui penglihatan, dimulai dengan pertobatan Lydia. b. Permulaan pertumbuhan terdapat dalam Kis 16:16-40, melalui pertobatan seorang kepala penjara dan keluarganya. c. Melalui persekutuan di rumah Lydia. d. Melalui kedatangan Lukas setelah Paulus tiba. 3. Karakteristik jemaat Filipi a. Umumnya adalah orang Yunani (terlihat melalui ketadaan sinagoge di sana). b. Umumnya wanita (terlihat melalui pertemuan di rumah Lydia dan referensi di 4:2). c. Sangat mendukung dalam pekabaran Injil (Fil 4:15-16). d. Menyediakan kebutuhan orang-orang kudus di wilayah yang lain (2 Kor 8:1-5). e. Memperhatikan Paulus saat dalam keadaan tertekan (Fil 4:10,14). II. B. JUGA DITULISKAN KEPADA “PARA PENILlK JEMAAT DAN DIAKEN” Melalui ayat ini kita melihat Organisasi gereja lokal yang Allah kehendaki a. dibangun oleh jemaat b. dikoordinir oleh Penilik Jemaat, (oversees: yang menjagai dan memelihara kerohanian Jemaat; Presbyters/Pastors (cf. Kis 20:17, 28; 1 Pet 5:1-2, memberikan makan Jemaat yang dilayani). Menurut Perjanjian Baru, mereka dipilih dengan syarat-syarat yang terdapat dalam 1 Tim 3:8-13; 1:15-19). Selalu ada kemajemukan di dalam jemaat (cf. Kis 14:23; 20:17; Fil 1:1). c. dibantu oleh para diaken [diakonos {dee-ak'-on-os}], titel yang dipakai: “hamba” atau “pelayan”, dipiiih juga dengan beberapa persyaratan (1 Tim 3:8-13), yang berperan untuk memenuhi kebutuhan jemaat, dibawah koordinasi dari Penilik. Kesimpulan: Jemaat Filipi adalah Jemaat yang dibangun dengan organisasi yang baik yang mendemonstrasikan kasih dan mendukung pelayanan Paulus. III. SALAM a. Kasih Karunia [charis {khar'-ece}], salam yang umum dipakai orang Yunani, yang artinya mengharapkan berkat/kasih atas mereka, bukan karena mereka layak. b. Damai sejahtera [shalom {shaw-lome'}], salam yang umum dipakai di Yunani, hasil dari menerima kasih karunia. c. Dari Allah Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus, sumber dari kasih karunia dan damai sejahtera yang Paulus rindukan dialami oleh Jemaat. Di mana seseorang menerima hal-hal di atas dari Allah melalui Kristus Yesus, Anak-Nya, seseorang akan benar memiliki: · Damai dengan Allah (Rom 5:1) · Damai dengan manusia (Ams 16:7) · Damai dengan diri sendiri (Fil 4:6-7) IV. UCAPAN SYUKUR ATAS PERSEKUTUAN (1:3-5) a. Memori akan persekutuan mereka adalah sumber sukacita (ay.3, setiap kali aku mengingat kamu), sukacita yang tetap, sehingga setiap kali ia berdoa ia mengingat mereka, yang dilayaninya (Kol 1:3; 1 Tes 1:2) b. Memori Sukacita tsb adalah hasil dari sharing mereka bersama dalam berita Injil; sejak hari pertama (Lydia bertobat, Kis 16:15); sampai sekarang ini (termasuk memberi dan menerima, termasuk bagi Tesalonika (Fil 4:15-16), dan sekarang saat Paulus ada di Roma menerima pemberian yang disampaikan oleh Epafroditus, 4:18). c. Hal ini menggambarkan berkat dari memori yang menyenangkan dan persekutuan yang menciptakan mereka. – Berkat untuk Paulus disaat-saat ia sedang dalam kesulitan (dipenjara). Sekalipun dipenjara Paulus dapat berdoa dengan sukacita. Seperti ada pepatah: “God gave us memory so that we might have roses in December”. – Namun memori dapat menjadi kutukan daripada berkat, jika kita mengunakan hidup dalam dosa dan mengalami masalah dengan sekitar kita. Seperti seseorang mengatakan: “Most People live the first half of their life making the second half of their life miserable” . Jika kita ingin memori yang menjadi berkat bagi kita, kita harus menjadi berkat bagi orang lain. Persekutuan yang indah yang dimiliki Paulus dan jemaat diciptakan melalui, persekutuan dengan berita Injil Yesus Kristus. Dan juga bersama memnyebarkan Injil, langsung atau tidak langsung melalui mendukung mereka yang mengajar. Betapa menyenangkannya hal ini bagi Paulus yang sekalipun harus mengalami di penjara, dapat mengingat kembali kebelakang akan hubungannya dengan jemaat Paulus yang merupakan memori sukacita. d. Keyakinan Paulus akan kehendak Allah yang akan meneruskan pekerjaan-Nya di antara jemaat Filipi (6-7) – kepastian akan kesetiaan Allah sendiri dalam Firman: menolong orang percaya dalam menghadapi pencobaan (1 Kor 10:13), menyediakan pengampunan saat orang percaya jatuh dalam pencobaan (1 Yoh 1:9; 2:1). – Kepastian akan kesetiaan Jemaat Filipi, di mana jemaat bersedia berbagi saat Paulus dipenjara (2:29-30), bersedia untuk berbagi dalam mendukung Paulus, hal ini dikarenakan mereka berbagi bersama dalam anugerah Allah. e. Mengingatkan orang percaya bahwa tidak pernah sendirian dalam bertumbuh sebagai orang kristen, karena: – Allah yang memulai pekerjaan yang baik dalam pertobatan orang percaya. termasuk di dalamnya: Providensia Allah yang memberikan kepada orang percaya kesempatan untuk mendengarkan Injil (Tit 2:11), dan Regenerasi Allah, ketika orang percaya meresponi Injil (Tit 3:4-7) – Dalam melanjutkan iman percaya, orang percaya harus mengerjakan keselamatan (work out your salvation), Allah juga disitu (God work in) bersama orang percaya, maka orang percaya harus bekerja sama dengan Allah (2:12); tetapi Allah yang bekerja di dalam orang percaya (2:13). Dan Ia akan menyediakan pertolongan yang kita butuhkan (4:13) – Pertolongan Allah akan selalu beserta dengan kita sampai hari kedatangan Tuhan Yesus Kristus (2 Tes 1:10; 11-12). – Ia yang akan menyempurnakan (ay 6; Ibr 1:12-14). f. Kerinduan Paulus kepada Jemaat Fiiipi, Allah menjadi saksi dan kasih mesra Yesus Kristus. V. DOA PAULUS BAGI JEMAAT FILIPI 1. Semoga kasihmu makin melimpah, kasih mereka sudah amat nyata kepada Paulus (4:15-16); Jemaat yang membutuhkan di Yerusalem (2 Kor 8:1-5); namun prinsip di sini, kasih harus selalu bertumbuh! Dalam mengembangkan karakter seperti Kristus (2 Pet 1: 5-8). 2. Dalam pengetahuan yang benar (prinsip moral yang benar) dan dalam segala macam pengertian (memiliki hikmat untuk melakukan prinsip moral tersebut, Yak 1:5; Ams 2:1-9). 3. Agar mereka dapat memilih yang baik/Execellent, supaya suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus; Penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus (1 Yoh 3:16; Fil 4:13) Untuk memuliakan dan memuji Allah (Mat 5:16; 1 Pet 2:12). VI. KESAKSlAN PAULUS DALAM PENJARA (12-18) 1. Filipi Tahu keadaan Paulus (4:14). 2. Filipi tidak usah kuatir berlebihan, karena: Pemenjaran itu akibat dari mengabarkan “Kabar Baik” dan bukan kabar buruk. Menyebabkan kemajuan Injil. 3. Kabar Baik masuk ke dalam penjara. Menjadi contoh bagi orang lain untuk melakukan penyebaran Injil (14); sekalipun ada yang bermotivasi lain (15-18), namun Paulus tetap bersukacita (18). VII. MEMULIAKAN KRISTUS DALAM HIDUP ATAU MATI (19-26) 1. Memuliakan Kristus dalam kehidupan, melalui sikapnya kepada (21), fokus hidupnya (3:7-8); melayani Kristus (Gal 2:20, 22). Selama hidup (25-26). 2. Memuliakan Kristus dalam kematian (21, 23). 3. Bagaimana Paulus bersedia untuk hal di atas? (2 Tim 4:6-8), melalui kesetiaannya, bahkan sampai mati (menurut tradisi Paulus mati martir dalam penguasaan kaisar Nero). VII. NASIHAT PAULUS BAGI JEMAAT (27-30) 1. Tetap berjuang, berpadanan dengan Injil Kristus. 2. Tiada digentarkan oleh pihak lawan. 3. Rela menderita = kasih karunia. ____________ Kepustakaan: Baker, D. Philippians, Jesus Our Joy Brill, J. W. Tafsiran Surat Filipi ___. Dokumen “Phillipians”. USA: Calvin College Fee, Gordon. D. Paul’s Letter to the Philippians O’Brien, P. The Epistle to the Philippians