ALAMAT REDAKSI

PO.Box 118 Temanggung 56200
JAWA TENGAH - INDONESIA
HP/SMS/WA.085228085470

CP: Pdt. HOSEA AGUS SUSANTO,S.Pd.K, M.Miss
Tampilkan postingan dengan label BAHAN KHOTBAH HARI NATAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHAN KHOTBAH HARI NATAL. Tampilkan semua postingan

YESUS DATANG UNTUK MENGUBAH JALAN HIDUPKU

No Comments

Ayat Pokok:
"Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain."
(Matius 2:12)

Pendahuluan
Kelahiran Yesus membawa orang-orang yang hatinya bersih dan rindu untuk berjumpa dengan Yesus dan mencari-Nya.
Mereka adalah orang-orang Majus, yaitu para cendekiawan yang berasal dari Timur.
Diperkirakan mereka adalah orang bijak, ahli astronomi dan penasehat para raja Persia.
Perjumpaan dengan Yesus mengubah jalan hidup mereka. Merekaa tidak menuruti permintaan Herodes untuk kembali padaaa jalan lama dan berjumpa dengannya.

Matius 2:12 mencatat, "Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain."

Beberapa sikap hati orang Majus.
Ada beberapa sikap hati yang perlu kita teladani dari para Majus ini.

1. Hati yang percaya
Walaupun mereka menjumpai bayi Yesus di rumah biasa, di desa miskin, dari orang tua seorang tukang kayu yang sederhana, dan mendengar bahwa  Yesus dilahirkan di kandang hewan,  tetapi merekaaa tetap percaya. Mereka tidak hanya melihat dengan mata jasmani, tetapi mereka percaya bahwa Yesus itulah Mesias, yang diurapi Allah untuk menjadi Raja kekal.

Dalam berbagi tantangan dan keterbatasan, kita juga harus memiliki mata iman, sehingga mengalami mujizat Tuhan. Seperti wanita yang dua belas tahun sakit pendarahan. tetapi percaya kalau Dia menjamah ujung jubah Yesus, maka Dia akan sembuh. Maka terjadilah mujizat sesuai imannya. Dia mengalami kesembuhan yang sempurna, karena dia mengalami jamahan kuasa Tuhan. Matius 9:21-22.

2. Memiliki kerendahan hati.
Matius 2:11 mencatat ketika mereka tiba ditempat dimana Yesus berada, maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat anak itu bersama Maria ibu-Nya, lalu sujud menyembah-Nya.

Walau para Majus adalah orang kaya, mereka merendahkan diri di hadapan Yesus.
Seseorang pernah bertanya kepada seeorang Rabi Yahudi :" Mengapa manusia tidak bisa melihat Allah? Dia menjawab, "Kaarena Allah terlalu rendah dan manusia terlalu tinggi." Orang itu berusaha mengoreksi jawaban tersebut, karena menurutnya jawabannya terbalik.
Namun rabi menjelaskan bahwa apa yang disampaikannya sudah tepat. Karena Allah yang begitu tinggi, rela merendahkan diri-Nya untuk menjumpai manusia, tetapi manusia yang hanyalah debu, terlalu sombong dan tidak percaya kepada Allah.

Matius 5:3 mencatat, " Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah, karena merekalah yang empunya kerajaan Sorga.
Jangan banggakan kedudukan, gelar yang tinggi, uang yang banyak, rumah yang mewah, karena semuanya fana adanya.
Bermegalahlah dalam Allah saja.

3. Hati yang menyembah.
Allah menerima orang yang mau sujud menyembah Dia (Matius 2:11)
Para Majus  ini datang bukan hanya untuk memuji-muji raja yang baru lahir agar mereka mendapat hadiah darinya. Mereka datang deengan hati tulus untuk menyembah-Nya.

Ibadah dan doa kita seharusnya ditujukan untuk kemuliaan Allah saja, bukan karena ada maunya, untuk mendapatkan sesuatu, melainkan dengan motivasi untuk menyenangkan hati Allah saja.
Orang yang berjumpa dengan Yesus akan gemar memuji dan menyembah Allah dalam roh  dan kebenaraan, bahkan  bersekutu dan menjalin keintimaan dengan Tuhan dalam doa.

4. Hati yang berkemurahan
Matius 2:11," Mereka membuka tempaat harta bendanya dan mempersembahkan kepada-Nya yaitu emas, kemenyan dan mur.

"You can give without loving, but you can't love withaout giving.
(Engkau dapat memberi tanpa cinta, misalnya memberi kepada pengamen, tetapi tidak bisa mencintai tanpa memberi).
Mari kita juga memberikan waktu, trenaga bahkan seluruh hidup kita untuk Tuhan Yesus.
Yang patut 

5.  


ALLAH MELAWAT DAN MEMBEBASKAN UMAT-NYA

ALLAH MELAWAT DAN MEMBEBASKAN UMAT-NYA

No Comments

Ayat Pokok:
"Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,"
( Lukas 1:68) 

Pendahuluan
Sebelum saya menyampaikan renungan firman Tuhan, saya ingin menyampaikan pantun untuk Bapak dan Ibu sekalian. "Beli bantal warnanya biru, Selamat Natal dan tahun Baru."
Tema yang diberikan oleh panitia untuk saya sampaikan adalah Allah Melawat dan Membebaskan Umat-Nya." Diambil dari Lukas 1:68

Pujian dan Sukacita Zakharia.
Apa yang menjadi sukacita bagi  Zakharia? karena Allah telah melawat dan membebaskan umat -Nya. Sumber sukacita Zakharia bukan dari hal-hal jasmani, tetapi karena Allah sudah datang dan melawat umat-Nya untuk memberikan kelepasan.

Arti melawat1. Bepergian atau mengunjungi negeri lain
2. Datang menjenguk.

Alkitab memakai kata " Episkeptomai" artinya :melawat, memilih, mengunjungi,  mempertahikan dan mengindahkan.

Mengapa Allah melawat umat-Nya?
Ada dua hal penting mengapa Allah melawat umat-Nya
a. Lawatan yang menggenapkan
Zakaria menegaskan bahwa masa yang dinantikan oleh semua orang Israel telah tiba. Apa yang dijanjikan oleh nabi-nabi mengenai tunas Daud kini telah hampir tiba. Zakaria menegaskan bila yang dijanjikan itu datang, maka umat Allah akan beroleh pembebasan yang sejati di mana mereka akan secara bebas beribadah kepada Allah. LawatanNya adalah lawatan yang telah lama dinantikan. Allah setia dalam janji-janjiNya kepada umatNya.

b. Lawatan yang menyelamatkan
Kedatangan Yesus, sang Mesias yang dijanjikan ini membawa kelepasan bagi umatNya. Allah memberikan kepada umatNya, penyelamat yang perkasa  (Lukas 1:69). Keselamatan yang dijanjikan, bukan hanya keselamatan dari penguasa yang menindas mereka secara politik, namun lebih daripada itu keselamatan yang berdasarkan pengampunan atas dosa-dosa mereka (Lukas 1:77). Sebagaimana yang dinyatakan di dalam Alkitab, bahwa kedatangan Yesus Kristus adalah untuk membebaskan umatNya dari dosa mereka (Lihat juga Mat 1:21, 1 Pet 3:18, 1 Yoh 3:5). Keselamatan dalam Kristus memberikan kepada kita jaminan yang pasti akan perubahan dan pengharapan yang berdampak kekal.

Lawatan ilahi ini, sungguh jauh berbeda dengan lawatan para pemimpin dunia yang dianggap penting. Lawatan ini sangat sederhana, tanpa banyak persiapan, namun telah mengubahkan dunia.

Menghayati akan lawatan Allah yang menggenapkan dan menyelamatkan tersebut, telah membawa Zakaria menaikkan pujian kepada Allah. Zakaria memuji Allah yang setia, Allah yang telah menggenapi janjiNya untuk menyelamatkan umatNya.

Setiap kali merayakan Natal, kita kembali mengingat bahwa kitapun menyembah dan memuji Allah samadengan Zakaria. Ia adalah Allah yang menggenapi janjiNya kepada kita. Ia adalah Allah yang menyelamatkan kita. KesetiaanNya di masa lampau seharusnya menolong kita untuk menatapmasa depan dengan keyakinan bahwa Allah akan terus menyertai kita. KesetiaanNya tetap berlaku dan tidak berubah sampai selama-lamanya.

Nama Yesus artinya adalah penyelamat, atau Juruselamat.
Dalam beriman kepada Yesus, saudara harus percaya kepadaNya sebagai Juruselamat dosa, bukan sekedar sebagai pelaku mujijat, teladan, pemberi berkat, penyembuh penyakit dsb.

Dalam penginjilan, hal inilah yang harus saudara tekankan! Kalau dalam penginjilan saudara terus berbicara tentang kesembuhan ilahi / mujijat, maka saudara akan menghasilkan ‘petobat’ yang hanya percaya kepada Yesus sebagai penyembuh / pelaku mujijat. Itu bukan hal yang salah (karena Yesus memang bisa menyembuhkan / melakukan mujijat), tetapi iman seperti itu tidak memadai dan belum menyelamatkan dia! Tetapi kalau dalam penginjilan saudara menceritakan kematian Kristus untuk menebus dosa, maka saudara akan menghasilkan petobat sejati yang betul-betul percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat dosa.

Penutup
Yesus lahir, supaya kita mati bagi dosa
Yesus mati, supaya kita hidup.
Anak Allah menjadi manusia, supaya kita  bisa menjadi anak Allah
Jangan mencari jalan keselamatan di luar Kristus. Kalau mau selamat, datanglah dan percayalah kepada Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan.

LINK INFORMASI PENTING
 

HIDUPLAH MENJADI SAHABAT BAGI SEMUA ORANG

No Comments
Ayat Pokok:
"Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang  memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-sahabat-Ku,  jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.”
(Yohanes 15:13-15)
Pendahuluan
Alkitab bukan hanya buku yang berbicara tentang sorga dan neraka, tetapi juga soal-soal bagaimana kita menjalani hidup selama ada di dunia.
Salah satu yang Alkitab muat adalah petunjuk bagaimana kita memiliki dan menjadi sahabat.
Yang menjadi perhatian kita adalah, bukan sekedar menuntut pihak lain menjadi sahabat bagi kita, tetapi bagaimana kita dapat menjadi sahabat bagi orang lain.
Fungsi Persahabatan
a. Persahabatan, kunci sukses dalam penginjilan 
67 % orang datang ke gereja karena pengaruh persahabatan.
Dengan tidak melupakan kuasa Doa dan Karya Roh Kudus, kita harus menyadari untuk terus mengembangkan persahabtan sebagai sarana pewartaan  kasih Tuhan.
b. Persahabatan, kunci sukses dalam keluarga.
Banyak rumah tangga yang rusak, karena suami tidak bisa menjadi sahabat bagi isteri, dan sebaliknya. Juga orang tua tidak bisa menjadi sahabat bagi anak-anak mereka.
Anak akan lari dan minta nasehat kepada temannya, karena tidak merasa bahwa orang tua mereka adalah sahabat yang dapat dipercaya.
c. Persahabatan, kunci sukses dalam kepemimpinan
Pola kepemimpinan modern adalah kepemimpinan yang melayani, kepemimpinan yang menganggap bawahan sebagai sahabat.
Tuhan Yesus adalah inspirasi dan keteladanan utama dalam kepemimpinan
d. Persabatan adalah kunci sukses dalam usaha dan pekerjaan.
Bagaimana hidup menjadi sahabat bagi semua orang?
Mari kita akan belajar prinsip-prinsip persahabatan dari Kitab Ayub 2:11-13 
Tentu teladan utama kita tetaplah Yesus, tetapi dari kisah orang-orang yang diijikan Tuhan dicatat dalam Alkitab, kita bisa belajar tentang banyak hal, termasuk tentang prinsip persabatan, sekalipun tentu ada kekurangan dari pribadi-pribadi  yang dicatat dalam kitab Ayub ( dari ke empat sahabat Ayub ini)

a.  Seorang sahabat, selalu berada disaat yang tepat.
Sahabat-sahabat Ayub: Elifas, Bildad, Zofar mereka mendatangi Ayub
Mereka bahkan mungkin tidak pernah datang saat Ayub jaya, tetapi ketika Ayub dalam permasalahan, Alkitab mencatat, mereka datang kepada Ayub.
Mereka datang untuk menghibur Ayub. Perhatikan Ayub 2:11
Yesus pun datang menemui sahabat-sahabatnya pada saat yang tepat. Perhatikan: Matius 14:22-33
b. Seorang sahabat, selalu siap berkorban untuk sahabatnya.
Sahabat-sahabat Ayub: Elifas, Bildad, Zofar mereka sudah berkorban untuk bisa datang kepada Ayub
Yesus mengorbankan waktu doa-Nya untuk membela murid-murid-Nya.
Bentuk Pengorbanan ; Pengorbanan waktu, pemgorbanan tenaga, pengeorbanan pikiran,pengorbanan materi.
Yesus bahkan berkorban nyawa untuk kita sahabat-sahabat-Nya . Yoh 15:13
c. Seorang sahabat, selalu siap ada disamping sahabat-sahabatnya
Sahabat-sahabat Ayub datang untuk menyatakan rasa simpati. 
Walaupun disisi lain, mereka sampat berpikir salah, bahwa Ayub menderita karena dosa-dosa yang telah diperbuatnya. 
Elihu adalah  seorang dari sahabat Ayub yang walaupun masih muda tetapi memiliki pemikiran yang berbeda bahwa ada maksud Tuhan dalam penderitaan Ayub.
Yesus adalah Allah Imanuel yang selalu menyertai kita (Matius 1:23)
d. Seorang sahabat, selalu siap untuk mendengar
Banyak orang membutuhkan sahabat sebagai tempat curhat.
Hari-hari ini di Jepang, muncul  jasa  mendengarkan curhat dengan tarif sekitar Rp.130.000 per jam.
Seorang sahabat adalah seorang yang selalu siap untuk mendengar.
Teman-teman Ayub dicatat dalam Alkitab sepakat untuk berdiam dan memilih tidak banyak bicara (Ayub 2:13)
Tuhan Yesus adalah pribadi yang selalu mendengar doa-doa kita ( Yer 29:12)
e. Seorang sahabat, selalu memberitahu apa yang ia tahu
Ini berbicara tentang prinsip keterbukaan.
Seorang sahabat, dia tahu kapan harus mengkritik, kapan harus memuji.
Tuhan Yesus adalah pribadi  yang selalu siap menyatakan rahasia dan jalan keluar tentang apapun juga kepada kita sahabat-sahabat-Nya
Untuk menjadi sahabat Tuhan Yesus, kita harus selalu setia melakukan kehendak-Nya ( Yoh 15:14)
Penutup
Tuhan menginginkan kita, agar hidup kita dapat menjadi berkat dengan menjadi sahabat bagi semua orang.
Mari kita responi firman Tuhan dengan bertekad untuk hidup sebagai sahabat bagi semua orang, mulai dari keluarga, jemaat dan masyarakat.

CATATAN:
Bagi Bapak/Ibu yang membutuhkan slide powerpoint khotbah ini, silakan kirim permintaan via WA ke.085228085470 ( Pdt. Agus Susanto, S.Pd.K, M.Miss)



LINK INFORMASI PENTING
YAYASAN BINA SEJAHTERA TEMANGGUNG
 





 

IMANUEL-ALLAH MENYERTAI KITA

No Comments
Ayat Pokok:
"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita.”
(Matius 1:23)
 
Pendahuluan
"Allah Beserta Kita" atau " Allah Menyertai Kita" adalah ungkapan yang tidak asing lagi bagi kita orang-orang percaya. Dalam Alkitab lebih dari 106 kali ungkapan ini muncul.  Bagaiamana seharusnya kita memaknai penyertaan Allah dengan benar?

Makna Penyertaan Tuhan
Mari kita akan merenungkan makna penyertaan Tuhan melalui kisah dalam Hakim-hakim 6:11-16.

1. Penyertaan Allah tidak membuat segalanya menjadi mudah, tetapi indah ( ayat 11) 
“Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian (Hak 6:11)
Allah menyertai bangsa Israel. Tapi tidak berarti kemudian bangsa Israel bebas dari permasalahan. Mereka tetap mengalami ancaman demi ancaman, peperangan demi perangan bahkan hambatan-demi hambatan.
Bahkan sejak jaman Musa memimpin mereka keluar dari Mesir, segalanya tidak berjalan mudah. Ada banyak hal yang mereka hadapi. Namun demikian akhir dari perjuangan mareka adalah negeri Kanaan, tanah perjanjian yang berlimpah susu dan madu.
Demikian juga dengan kehidupan kita sebagai orang-orang percaya. Tuhan tidak pernah berjanji membebaskan kita dari masalah. Tapi Tuhan berjanji akan memberikan kekuatan sampai yang terbaik kita dapatkan.
 
2.  Penyertaan Allah tidak menghilangkan masalah ( ayat 13)
Jawab Gideon kepada-Nya: "Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian." (Hak 6:13).
Selama kita hidup didunia, masalah akan tetap ada. Terkadang bahkan Tuhan memakai masalah untuk mendidik dan mendewasakan kita. Juga untuk melatih kekuatan iman kita. Terkadang masalah juga dipakai Tuhan untuk mengingatkan kita akan hal-hal yang salah yang telah kita lakukan. Masalah juga seringkali Tuhan pakai untuk menyadarkan kita untuk terus menaruh harap kepada Tuhan.

3. Allah menyertai kita untuk memberikan kemampuan kepada kita (ayat 14).
Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: "Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!“
( Hak 6:14)
Sesungguhnya Allah tidak pernah meninggalkan kita. Dia selalu ada untuk memberi kekuatan kepada kita. Tuhan tidak pernah membiarkan kita sendirian. Ketika Petrus dan murid-murid Yesus lainnya menghadapi ombak yang mengoncang perahu mereka, Yesus ada dan menolong mereka. Ketika terjadi kehabisan anggur dalam pesta pernikahan di Kana, Yesus ada dan memberikan pertolongan.

4. Penyertaan Tuhan, akan menjamin kita dapat menyelesaikan permasalahan. (Ayat.16 )
Berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.“  (Hak 6:16)
Percayalah dengan kekuatan dari Tuhan, semua pasti  bisa kita selesaikan dan kita akan tampil sebagai pememang Bersama dengan Tuhan, tidak ada permasalahan yang tidak dapat kita selesaikan.

Penutup
Dalam segala perkara, Allah berjanji menyertai kita dan memberi kita kekuatan untuk tampil sebagai pemenang

KUMPULAN PUISI NATAL

KUMPULAN PUISI NATAL

1 comment
1. NATAL
Kisah natal tak pernah usang
Kisahh tentang Allah
yang menjadi manusia
Kisah tentang kasih yang mulia.

2. UCAPAN NATAL
Selamat natal
Semoga natal memberikan berjuta kebahagiaan
Dan damai sejahtera-Nya
Akan selalu mengiringi tiap langkah kita
Sepanjang tahun yang baru
Sepanjang hari dengan tiada berkesudahan

3. UCAPAN NATAL
Natal
Natal terjadi karena kasih suci
Natal ada karena dosa kita semua
Sambutlah Kristus Sang Penebus

LINK INFORMASI PENTING


NATAL: BUKTI KASIH ALLAH KEPADA MANUSIA

NATAL: BUKTI KASIH ALLAH KEPADA MANUSIA

No Comments
Ayat Pokok : Yoh 3:16, Yoh 12:1-8

Pendahuluan
Betapa besar kasih Allah kepada dunia. Yoh 3:16  adalah bukti bahagaimana Tuhan begitu mengasihi manusia. Mari kita renungkan kasih Allah ini. Dengan demikian kita akan menentukan langkah bagaimana kita membalas kasih Tuhan

I. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini
    a. Kondisi dunia sekarang ini menuju kepada kehancuran, banyak kekerasan dan kejahatan
        dimana-mana, bahkan kejahatan yang mengatas namakan Tuhan dan agama.
    b. Dunia dipenuhi dengan ketiadaan kasih karunia
    c. Dunia hidup dalam keegoisan dan materialisme
    d. Dunia pergaulan remaja yang semakin rusak

   Catatan :
   Masih layakkan dunia ini untuk dikasihi? Sebenarnya dunia ini sudah selayaknya dibinasakan dan dihancurkan karena kejahatan dan dosa-dosa manusia. Sebagaimana

TEMA NATAL

12 comments

Menentukan tema  Natal, biasanya bukan hal yang mudah. Terkadang waktu banyak terbuang hanya untuk menentukan tema natal yang dirasakan paling tepat. Untuk membantu Bapak/Ibu Gembala Jemaat, Pendeta dan panitia natal, saya mencoba menghimpun beberapa rumusan tema natal yang saya kumpulkan dari berbagai sumber. Kiranya bermanfaat dan menjadi berkat.

1. " Datanglah, Ya Raja Damai " ( Yesaya 9: 5)
2. " Bangkitlah, menjadi teranglah sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu "
      ( Yesaya 60:1 )
3. " Imannuel " ( Matius 1:23 )
4. " The Greatest Gift of Christmas " (Yohanes 3:16)
5. " Kebersamaan Natal Sumber Kekuatan " ( Mazm 133:1-3)
6. " Allah Telah Mengasihi Kita ( I Yohanes 4:19 )
7.  " Embrace The World With God's Love " (
8.  " One In Love " (Filipi 2:2-4)
9.  " Diberkati Untuk Menjadi Berkat " (Kejadian 12:1-3)
10. " Kelahiran-Nya Memulihkan Kita " (
11. " Jangan Takut " ( Lukas 2:9 )
12. " Yesus Datang Membawa Kesembuhan "(
13. " Sudahkah Yesus Lahir di Hati Kita ?" (
14. " Allah Adalah Kasih " (
15. " Peliharalah Kasih Persaudaraan ( Ibrani 13:1)
16. " God Is Love (
17. " Kasih Yang Tiada Tara "
18. " Terang Yang Besar Membangun Jemaat Yang kuat "
19. " Lingkari Dunia Dengan Kasih Allah "
20. " Hendaklah Kamu Berakar Didalam Dia dan Dibangun Diatas Dia ( Kolose 2:7 a)
21. " Sukacita Dalam Persaudaraan (
22. " Kepemimpinan Yang Membangun Masyarakat "
23. " Aku Datang Bukan Untuk Dilayani Melainkan  Untuk Melayani " (
24. " Hendaklah Kita Saling Mengasihi " (
25. " Kasihilah Sesamamu Manusia " (
26. " Tuhan Itu Baik Kepada Semua Orang " ( Mazmur 145:9a)
27. " Bersatu Untuk Mempersatukan " (
28. " The Brightest Way" ( Yohanes12:46 )
29. " Berbahagialah Orang Yang Dipilih Tuhan Untuk Mendekat Kepada-Nya" (Mazmur 65:5 )
30. " Kasih Allah Untuk Semua Orang " (
31. " Terang Telah Datang Untuk Menerangi Dunia " (
32. " Semuanya Kujadikan Baru" ( Wahyu 21:5)
33. " Bangsa Yang Berjalan di Dalam Kegelapan Telah Melihat Terang Yang Besar " (  Yesaya 9:11 )
34. " KelahiranNya Mengubah Dunia " (
35. " Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, Biarlah Rohmu menyala-nyala dan layanilah    Tuhan    "( Roma 12:11 )
36.  " Hari ini Telah Lahir Bagimu Jurus Selamat " (Lukas 2:11)
37.  " Jani Yang Tergenapi (
38. " Christmas Update Uur Love"( 1 Tesalonika 3:11-13 )
39. " Semangat Perubahan Mencapai Tujuan "( 2 Tim 4:1-8 )
40. " Natal, Bukti Kasih Allah Kepada Manusia ( Yoh 3:16) "
41. " Christmas In Harmony"
44. " Allah Telah Mewujudkan Kasih-Nya"
46. " Kasih Kristus Sempurna "
47. "Berjumpa Dengan Allah Dalam Keluarga ( Imamat 26:12)"
48. " Yesus Datang Membawa Pembaharuan" (1 Yoh 3:5)
49. " Yesus Datang Membawa Terang"
50. " I Will Bless You and You shall be a blessing" ( Kejadian 12:2)
51. " Datanglah Ya Raja Damai" (Yesaya 9:5)
52. " Diberkati Untuk Memberkati"
53. "Wanita Yang Berpengharapan"
54. "Pria Yang Berpengharapan"
55. "Hiduplah Dengan Bijaksana, Adil dan Beribadah"(Titus 2:12)
56. "Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita."(1Korintus 1:30)
57. "Didalam Terang-Nya, Tidak Ada Kegelapan."
58. " Beritakankah Kasih Allah Kepada Dunia." (Yohanes 3:16)
59. "Kabar Baik Untuk Semua." (Lukas 2:10)
60. "Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang."(Yohanes 15:14-15)
61."Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu."(Kolose 3:15)
62. "Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud ."(Lukas 2:11)
63. "Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah." (Kejadian 9:16)
64. "Waktu Tuhan  Pasti Yang Terbaik."(Pengkhotbah 3:11)
65. " Imanuel - Allah Beserta Kita (Matius 1:23) BACA DISINI
66. " Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang".( Yohanes 15:13-15)  BACA DISINI
67.  "Allah Melawat dan Membebaskan Umat-Nya ( Lukas 1:67)
68.  "Lahir Untuk Mati dan Bangkit Bagi Orang-Orang Berdosa"( Matius 1:21)
69. "Mereka Akan Menamakan Dia Imanuel"(Matius 1:23)
70. "Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan "( 1 Petrus 1:22)
71. Yesus  Datang Untuk Mengubah Jalan Hidupku (Matius 2:12)
72. Bangkitlah Dan Menjadi Teranglah ( Yesaya 60:1-2)
73. Terang Kemuliaan-Nya, Nyata Atas Kita ( Yesaya 60:1-2)

Apabila ada ide-ide tema Natal bisa disharekan via email ke email saya: solusisukses2007@gmail.com atau SMS/WA  ke.085228085470

Tuhan Yesus Memberkati

SEKILAS INFO

INFO 1
Anda sedang mencari khotbah-khotbah Natal dalam format powerpoint, PDF, Video, MP3? Semua ada dalam PAKET NATAL 2022. Tersedia dalam format DVD Data dan flashdisk. Paket ini juga berisi ratusan background tema natal dalam format gambar, gambar bergerak dan video. Juga lagu-lagu natal dalam format teks powerpoint, MP3 dan MIDI.
Minat? Hubungi SMS/WA 0852-2808-5470
Atau Kunjungi http://kurnia-media.blogspot.com/p/paket-natal-2016.html

INFO 2
Shalom
Dapatkan MP3 Kompilasi Rekaman Khotbah MP3 Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham. Dapat dikirim dalam bentuk DVD data, Micro SD atau Flashdisk 8 GB. Berisi puluhan rekaman khotbah MP3 dari Bapak Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham yang pasti sangat memberkati kita.
Bagaimana cara mendapatkan paket MP3 Rekaman Khotbah Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham?
Silakan lakukan pemesanan dengan mengirimkan SMS/WA dengan memberitahukan alamat pengiriman untuk menentukan biaya pengiriman ke alamat Anda. Atau dapat juga dengan mengecek melalui www.posindonesia.co.id.
Setelah mengatahui ongkos kirim, silakan transfer sejumlah biaya kirim + pembayaaran sesuai jenis pesanan atau media yang Anda inginkan. Rp.25.000,00 untuk DVD data, Rp.100.000,00 untuk Micros SD dan Rp.150.000,00 untuk flashdisk.
Biaya dapat ditransfer ke rek BCA 1540241577 atau Bank Mandiri 1360007334334 a.n Agus Susanto. Dapat juga via rek BRI 010201026017508 a.n Winarsih.
Setelah transfer, SMA atau WA kepada kami di 0852-2808-5470
Setelah itu paket segera kami kirim via POS KILAT KHUSUS TERCATAT.
Info Http://bahan-khotbah.blogspot.com 

INFO 3
Shalom
Ingin mendapatkan SIRAMAN ROHANI melalui SMS, WA, DAN BB ANDA? daftarkan No. HP Anda melalui
SMS/WA ke.0852 28085470
Info Http://warta-anugerah.blogspot.com


INFO SELANJUNYA
YESUS DATANG MEMBAWA SUKACITA

YESUS DATANG MEMBAWA SUKACITA

No Comments
Bahan Khotbah : Yes 9:1-6; Tit 2:11-14; Luk 2: 1-20 "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." Pertama-tama kami ucapkan "SELAMAT NATAL 2010 / HAPPY MERRY CHRISTMAS 2010" kepada anda sekalian. Dalam merayakan Natal tahun ini, kita berada dalam suasana keprihatinan terkait dengan aneka musibah, bencana alam, gempa bumi, letusan gunung berapi dst.. yang mengakibatkan cukup banyak korban. Secara moral kiranya kita juga masih prihatin berhubungan dengan masih maraknya tindak korupsi maupun aneka pertentangan, tawuran atau permusuhan yang menimbulkan kebencian dan balas dendam maupun korban. Kedatangan Penyelamat Dunia, Allah yang menjadi manusia seperti kita kecuali dalam hal dosa, kiranya juga merupakan `keprihatinan Allah akan situasi dunia yang harus diselamatkan'. Maka baiklah dalam rangka merayakan pesta Natal atau mengenangkan Kelahiran Penyelamat Dunia tahun ini, kami sampaikan catatan-catatan refleksif sebagai berikut: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan" (Luk 2:10-11) Berbagai macam bentuk ketakutan masih menguasai banyak orang, termasuk kita sendiri: ada orang takut digeser atau diturunkan dari kedudukan, jabatan atau fungsinya, para pelajar atau mahasiswa takut tidak naik kelas atau lulus ujian, cukup banyak orang takut menghadapi masa depan, dst… Dampak ketakutan dapat mendua: hidup dan bertindak ngawur untuk melindungi atau menutupi ketakutannya atau dengan rendah hati membuka diri terhadap bantuan Ilahi melalui sesamanya yang baik hati. Kepada mereka yang beerada dalam ketakutan kami ajak untuk dengan sungguh-sungguh merenungkan Warta Gembira yang disampaikan oleh malaikat kepada para gembala, sebagaimana saya kutipkan di atas. "Aku memberitakan kepadamu kesukaan besar" Ini yang baik kita renungkan atau refleksikan. Kesukaan besar macam apa? Tentu saja bukan bersifat material melainkan lebih spiritual, misalnya sapaan kasih, perhatian, doa dst., atau nilai-nilai/keutamaan-keutamaan yang menyelamatkan jiwa seperti "kasih, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan,"(Gal 5:22-23). Kepada mereka yang takut akan masa depan atau sering terlalu memikirkan saingan-saingan kerja atau pelayanan yang juga membuat takut, kami harapkan untuk dengan sebaik mungkin mengerjakan atau melayani yang sedang anda hadapi saat ini. Jangan memboroskan tenaga dan pikiran untuk memikirkan aneka macam saingan, melainkan hadapilah yang di depan anda saat ini dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan, sehingga mereka yang kita layani akan menjadi bantuan `maarketing/pelayanan' kita dengan menyebarluaskan kesukaan yang telah mereka telah terima dari pelayanan kita. Kesukaan mereka yang menghilangkan ketakutan anda. "Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan". Marilah kita imani bahwa bayi yang dilahirkan hari ini dari rahim Bunda Maria adalah Juruselamat, Tuhan. Mengimani Sang Bayi yang baru saja lahir adalah Tuhan berarti kita senantiasa ditemani atau didampingi oleh Tuhan. Bukankah sebagai pribadi yang dewasa dan sehat akan menyambut kelahiran seorang anak dengan penuh harapan dan dambaan, apalagi yang kita kenangkan kelahiranNya malam ini adalah Juruselamat. Kami berharap kepada anda sekalian bahwa dengan merayakan Natal atau mengenangkan Kelahiran Juruselamat Dunia hari ini, anda semakin bergairah, penuh pengharapan, ceria dan segar-bugar, bebas dari aneka macam ketakutan. "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."(Luk 2:14). "Manusia yang berkenan kepadaNya" Beraarti manusia yang beriman, yang mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan, dimana cara hidup dan cara bertindaknya dengan rendah hati berusaha untuk menghayati sabda-sabda Tuhan atau setia pada panggilan dan tugas pengutusannya. Memang untuk itu tak akan lepas dari aneka macam tantangan, hambatan atau masalah, namun jika tetap bertahan dan setia pada panggilan dan pengutusannya akan menikmati damai sejahtera untuk selama-lamanya. Maka marilah kita senantiasa setia pada panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing sebagai tanggapan kita akan kesetiaan janji Allah untuk mengutus Juruselamat Dunia guna menyampaikan damai sejahtera di bumi. "Setia adalah sikap dan perilaku yang menunjukkan keterikatan dan kepedulian atas perjanjian yang telah dibuat" (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka – Jakarta 1997, hal 24). Orang yang setia atas perjanjian yang telah dibuat akan hidup mulia dan damai sejahtera. Pertama-tama dan terutama kami mengajak dan mengingatkan anda sekalian untuk menghayati kesetiaan ini dalam keluarga atau komunutias-komunitas masing-masing, sehingga terjadilah damai sejahtera di dalam keluarga atau komunitas. "Manusia yang berkenan kepadaNya" Juga menghayati apa yang disampaikan oleh Paulus kepada Titus ini, yaitu "Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini" (Tit 2:11-12) Marilah kita tinggalkan `kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi' dan kemudian `hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini': • Selama hidup di dunia kita memang membutuhkan hal-hal duniawi seperti tempat tinggal, pakaian, makanan, aneka asessori dan kenikmatan phisik termasuk kenikmatan hubungan seksual, namun hendaknya semuanya itu menjadi sarana atau wahana untuk semakin setia pada panggilan dan tugas pengutusan masing-masing. Maka kami berharap kita tidak bersikap mental materialistis atau duniawi. Semakin kaya akan harta benda, uang dan aneka macam barang duniawi kami dambakan semakin beriman, semakin suci dan rendah hati, menghayati semuanya sebagai anugerah Tuhan atau Yang Ilahi melalui saudara-saudari kita yang berbaik hati. Dengan meninggalkan keinginan-keinginan dunia kami harap juga kita membangun dan memperdalam persaudaraan atau perdamaian sejati antar kita. • Kita semua dipanggil untuk `hidup bijaksana, adil dan beribadah di dunia sekarang ini'. Bijaksana antara lain berarti dapat mengambil keputusan yang tepat untuk dilaksanakan dan buahnya menyelamatkan atau mensejahterakan. Keadilan yang paling mendasar hemat saya adalah hormat terhadap harkat martabat manusia. Jika orang dapat hidup bijaksana dan adil maka yang bersangkutan dengan mudah dapat beribadah di dunia sekarang ini. Ibadah di sini hendaknya tidak hanya dipahami secara liturgis melulu seperti berdoa dan bernyanyi, melainkan cara hidup dan cara kerja kita juga merupakan ibadah. Bekerja bagaikan beribadah, maka hendaknya rekan kerja disikapi seperti rekan ibadah, sarana kerja dirawat dan diurus seperti mengurus sarana ibadat, suasana kerja bagaikan suasana beribadat dst… Dengan kata lain sepanjang hari orang hidup dan bersama dengan Tuhan dimanapun dan kapanpun. Dengan dan melalui kerja setiap hari orang membangun dan memperdalam persaudaraan atau perdamaian sejati dengan sesamanya. Kami berhadap suasana yang demikian juga diusahakan di sekolah-sekolah, sehingga sekolah sungguh merupakan komunitas pembelajaran yang menggembirakan. "Kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka" (Luk 2:20) Para gembala menjadi saksi utama dan pertama kelahiran Penyelamat Dunia. Dalam tatanan sosial para gembala termasuk dalam kelompok pinggiran alias kurang diperhatikan. Siang malam para gembala hidup di perbukitan atau padang rumput sambil menjaga dan mengurus domba-dombanya. Di malam hari mereka tidur di ruang luas yang beratapkan langit dengan sinar terang bintang-bintang, dst.. Para gembala juga menjadi symbol orang-orang yang lebih mempercayakan diri kepada Penyelenggaraan Ilahi daripada bantuan manusia; mereka memang hidup dalam kemiskinan dan berkekurangan. Dengan kata lain para gembala dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk mawas diri perihal keutamaan (kaul) kemiskinan. Keutamaan atau kaul kemiskinan merupakan `ibu dan benteng' hidup beriman atau membiara, maka harus dicintai bagaikan mencintai ibu dan dirawat atau diurus bagaikan merawat atau mengurus benteng. Kwalitas kepribadian kita masing-masing sangat tergantung atau dipengaruhi oleh peran ibu yang telah mengandung, melahirkan dan merawat kita dengan dan dalam kasih sejati. Pertumbuhan dan perkembangan pribadi kita sehingga menjadi seperti yang ada saat ini juga tak terlepas dari aneka macam bentuk benteng yang melindungi kita. Tidak mengasihi ibu dan tidak merawat benteng berarti orang yang bersangkutan tak/kurang beriman atau bermoral, demikian juga jika keutamaan atau kaul kemiskinan tidak menjiwai cara hidup dan cara bertindak kita berarti kita tidak setia pada panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing. Menghayati keutamaan atau kaul kemiskinan berarti hidup dan bertindak mempercayakan diri pada Penyelenggaraan Ilahi, menghayati aneka macam yang kita miliki, kuasai dan nikmati sampai saat ini sebagai anugerah Allah. Meneladan para gembala berarti setelah atau dengan merayakan Natal malam ini kita dipanggil untuk senantiasa memuji dan memuliakan Allah. Marilah hal ini kita hayati tidak hanya secara liturgis melulu, tetapi terutama dan pertama-tama secara pastoral atau sosial, konkret dalam hidup sehari-hari. Maka baiklah saya angkat di sini contoh `memuji dan memuliakan Allah' dalam cara hidup dan cara bertindak sehari-hari: • Hendaknya kita saling memuji satu sama lain, dan untuk itu baiklah senantiasa kita lihat dan imani apa yang baik, mulia dan luhur baik dalam diri kita sendiri maupun saudara-saudari atau sesama kita. Kami yakin dalam diri kita masing-masing lebih banyak apa yang baik, mulia dan luhur daripada yang buruh, remeh dan jorok. Secara khusus kami berharap kepada kita semua untuk senantiasa memberi pujian bagi mereka yang miskin dan berkekurangan, antara lain dengan memberikan sebagian kekayaan kita kepada mereka. • Hendaknya kita juga saling memuliakan satu sama lain, yang berarti saling menghormati dan menjunjung tinggi. Marilah kita hayati bahwa masing-masing dari kita adalah gambar atau citra Allah, Allah hidup dan berkarya dalam diri kita yang lemah dan rapuh ini. Sekali lagi saya ajak dan ingatkan untuk memperhatikan mereka yang miskin, berkekurangan dan lemah. Ingat dalam tubuh kita ada anggota tubuh yang lemah dan kita beri penghormatan luar biasa, yaita alat kelamin, maka selayaknya kita menghormati mereka yang dipandang lemah di masyarakat kita. Memperhatikan mereka yang miskin, berkekurangan dan lemah merupakan salah satu bentuk konkret pengahayatan iman akan penjelamaan Allah menjadi manusia, Emmanuel, Allah menyertai kita. Dengan kata lain marilah kita perdalam dan perkembangkan sikap empati dan solidaritas kita terhadap saudara-saudari kita, terutama mereka yang miskin, berkekurangan dan lemah. "Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar." (Yes 9:1) Kutipan dari Kitab Yesaya di atas ini kiranya baik menjadi permenungan kita semua bersama-sama sebagai bangsa. Ketegangan antar suku dan bangsa masih marak terjadi di sana-sini sebagai dampak dari egoisme, keserakahan dan kesombongan. Dengan hati dan jiwa serta akal budi yang gelap mereka membabi buta untuk menghancurkan sesamanya. Jika kita cermati bangsa Indonesia pun rasanya sedikit banyak `berjalan di dalam kegelapan', nampak dalam cara hidup dan cara bertindak maupun kebijakan para pemimpin, pejabat atau petinggi negeri ini yang dengan sengaja menutupi aneka macam kejahatan serta memperlemah usaha-usaha pemberantasan korupsi serta penegakan keadilan. Untuk menutupi kejahatan atau korupsi mencetuskan gagasan atau pendapat yang dapat menyita perhatian rakyat atau banyak orang, misalnya kasus Yogya: orang disibukkan dengan urusan monarki dan demokrasi terkait dengan Yogya sehingga lupa membicarakan dan memberantas korupsi. "Terang yang besar telah bersinar" di malam Natal ini, maka kami berharap mereka yang masih berjalan di dalam kegelapan alias menutup hati, jiwa, akal budi dan tubuh kami harapkan dengan rendah hati membuka diri terhadap Sang Terang yang telah bersinar. Kami berharap para pemimpin atau petinggi dan pejabat dapat meneladan `orang majus dari Timur' yang melihat sinar bintang kemudian mengikutinya dan sampailah di tempat tujuan untuk bertemu dan berbakti kepada Sinar Terang yang terbaring di palungan. Marilah kita lihat terang dan hidup dalam terang, yang berarti hidup jujur, disiplin, teratur, tekun, rajin, teliti dst.. SELAMAT NATAL 2010 dan
TAHUN BARU 2011 BACA JUGA: