ALAMAT REDAKSI

PO.Box 118 Temanggung 56200
JAWA TENGAH - INDONESIA
HP/SMS/WA.085228085470

CP: Pdt. HOSEA AGUS SUSANTO,S.Pd.K

MENGALAMI KEMERDEKAAN YANG SEJATI

7 comments
Ayat Pokok:

"Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."
(Yohanes 8:36)

Disampaikan dalam Ibadah Raya Sore di GPdI Ngadirejo - Temanggung

Pendahuluan
Apakah artinya merdeka?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, merdeka diartikan sebagai : tidak terikat,  tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu. leluasa, dapat berbuat sekehendak hatinya.
Banyak orang mengartikan bahwa kemerdekaan atau kebebasan adalah kehidupan yang tanpa  halangan dan rintangan.  Orang yang berpikir seperti ini kemudian akan memiliki pemikiran pula bahwa karena itu ia bebas berbuat apa saja seturut kehendaknya, tidak peduli apakah yang dia lakukan bermanfaat atau tidak bagi orang lain, atau bahkan merugikan orang lain atau tidak.
Dia hanya berpikir, " Karena aku orang yang merdeka, maka aku dapat melakukan apapun yang ingin aku lakukan, dan berkata apa saja kepada siapapun  seperti yang aku ingin katakan. Tidak ada seorangpun yang berhak melarang aku atau mengatur aku."
Orang yang memiliki konteks berpikir seperti ini, mungkin akan dapat dengan leluasa melukai,menyakiti atau bahkan menghilankan nyawa orang lain dengan cara apapun sesuai dengan keinginannya. Dunia mengajarkan bahwa untuk memperoleh kemerdekaan, maka kita harus dapat melakukan apa saja, tanpa harus mendengarkan apa kata orang. Kita dapat memperoleh kemerdekaan jika kita dapat memperjuangkan kepentingan diri sendiri,dan tidak perlu memikirkan orang lain.
Benarkah demikian?

Pengertian merdeka menurut persepektif Alkitab
Alkitab memberikan pengajaran bahwa satu-satunya cara untuk kita memperoleh kemerdekaan sejati kita adalah melalui Yesus Kristus, sebagaimana yang dicatat dalam Yohanes 8:38 ini. Hal ini juga dicatat dalam Galatia 5:1," Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan."
Dari ayat ini kita dapat mengambil perenungan bahwa ternyata ada kemerdekaan yang palsu, yang tidak sungguh-sungguh. Itu sebabnya ditekankan melalui ayat ini, "supaya kita sungguh-sungguh merdeka.". Ada orang yang mungkin merasa bahwa ia sudah merdeka, tetapi benarkah ia sungguh-sungguh merdeka? Sebab ternyata, kemerdekaan yang sesungguhnya hanya ada dalam Kristus Yesus. Itu artinya diluar Kristus, yang ada hanya kemedekaan yang semu.

Apa kemerdekaan yang kita alami dalam Kristus?
Pertama, Kemerdekaan dari dosa ( Roma 6:8)
Sebelumnya kita terikat oleh dosa dan tidak mampu melepaskan diri dari cengkeraman maut. Karena itu manusia membutuhkan seorang pahlawan yang membebaskan manusia dari keterikatan akan dosa. Manusia dengan kekuatan sendiri tidak akan dapat melepaskan dirinya cari cengkeraman belenggu dosa. Hanya  Yesus Kristus yang dapat melepaskan semua dosa dan akibat dosa yang menimpa manusia. Itulah sebabnya Yesus datang ke dunia menjadi manusia untuk menggantikan kita dalam menanggung hukuman  dosa. Dialah pahlawan satu-satunya yang memberikan nyawa-Nya  untuk membayar lunas dosa manusia dengan  dengan darah-Nya yang mahal.
Sungguh besar kasih-Nya sehingga kita dapat merdeka di dalam Kristus, yakni hidup tidak dikuasai dosa dan  bertujuan untuk senantiasa memuliakan Tuhan.

Kedua, kemerdekaan dari penghukuman (Roma 8:1-2)
Roma 8 adalah deklarasi kemerdekaan Kristen. Salah satunya adalah kemerdekaan dari penghukuman. Roma 8:1-2  menulis," Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan maut.".

Ketiga, kemerdekaan dari dunia jahat (Galatia 1:4)
Kristus memerdekakan kita dari dunia jahat. Ketika kita menyerah pada pimpinan Allah dan meminta penyertaan Tuhan, maka Kristus akan melepaskan kita dari pengaruh dunia yang jahat.

Keempat, kemerdekaan dari kutuk hukum Taurat (Galatia 3:13)
Kematian Kristus adalah cara Allah memerdekakan kita dari kutuk hukum Taurat.

Kelima, kemerdekaan dari berhala (Galatia 4:8)
Alkitab menulis bahwa sebelum orang mengenal Kristus dan menyerahkan diri kepada-Nya, kita adalah hamba-hamba berhala atau ilah-ilah. Tetapi sekarang setelah kita percaya kepada Kristus, maka kita bukan lagi hamba berhala, tetapi hamba Tuhan dan hamba kebenaran.

Keenam, kemerdekaan dari  iblis (Ibrani 2:14)
Kematian Kristus membebaskan kita dari kuasa iblis sehingga kuasanya tidak lagi dapat menjerat kita.

Ketujuh, kemerdekaan dari kematian kekal (Ibrani 2:15)
Akibat kehidupan  yang dipimpin oleh iblis adalah kematian dan kebinasaan kekal, tetapi setelah kita percaya kepada Kristus, maka Kristus memerdekakan kita dari kematian kekal.

Tanggungjawab kita atas kemerdekaan yang telah kita terima.
Kristus telah memerdekakan kehidupan setiap orang yang percaya kepada-Nya, sehingga maut dan dosa tidak lagi berkuasa atas anak-anak-Nya. Oleh karena itu kita perlu menjaga kemerdekaan rohani kita dengan setia beribadah, tetap percaya kepada-Nya,  dan melakukan perbuatan baik  agar dunia melihat Kristus melalui hidup kita.
Inilah seharunya yang menjadi keseriusan dan perhatian kita sebagai orang percaya, yakni hidup melakukan kehendak Tuhan. Kemenangan rohani, kitalah yang menentukan.

Disampaikan dalam ibadah Minggu Pagi,  19 Agustus 2018
Di GPdI Ngadirejo.

Bagi Bapak/Ibu yang membutuhkan slide powerpoint dari khotbah ini dapat menghubungi kami melalui WA.0897 3537 437
( Dengan Pdt. Agus Susanto - Temanggung)

Anda menemukan halaman ini dengan pencarian melalui kata kunci: bahan khotbah tentang kemerdekaan Kristen, kemerdekaan sejati, kemerdekaan dalam Kristus, GPdI Ngadirejo Temanggung, kemerdekaan dari penghukuman, gereja di Ngadirejo,

7 komentar

Puji Tuhan isinya sangat memberkati sekali.TYM

Selamat siang pak pdt
Bolehkah saya meminta ppt dari khotbah pdt yang berjudul kemerdekaan sejati ini

Sangat memberkati..
Semangat kemerdekaan pak

Puji Tuhan saya sangat diberkati, khotba tentang KEMERDEKAAN ROHANI,terima kasih, Tuhan memberkati.

Tuhan Yesus Kepala gereja memberkati Bpk. Pdt. Agus Susanto - Temanggung. Renungan yang sangat memberkati pembaca.

Puji Tuhan,firman Tuhannya sangat menjadi berkat,selamat melayani bp.Pdt.Agus Susanto,Tuhan Yesus memberkati

Haleluya.ps saya terberkati dgn FA Ini.