Jumat, 05 Maret 2010

P A S K A H

Oleh: Pdt. A.H. Mandey 
Ayat Pokok: Mazmur 16

Paskah adalah mengenai kematian dan kebangkitan Yesus dari antara orang mati. Jika Yesus tidak mati, tidak akan ada kebangkitan. Demikian pula, jika Yesus tidak bangkit, sia-sialah iman kita. Paskah Kata “Paskah” berasal dari kata Pesach = Passover yang berarti “melewati”. Untuk pertama kalinya Allah menetapkan Paskah untuk dirayakan oleh bangsa Israel – Keluaran 12:11. Pada malam sebelum keluar dari Mesir, bangsa Israel harus menyembelih seekor anak domba yang tak bercacat: darahnya digosokkan pada kedua tiang dan ambang pintu rumah. Pada malam itu, malaikat kematian melewati setiap rumah yang memiliki tanda darah, sehingga kematian anak sulung tidak terjadi. Bicara tentang keselamatan. Merupakan gambaran dari Yesus Kristus yang adalah Anak Domba yang tak bercacat; Ia disembelih: darahnya digosokkan pada pintu hati kita, sehingga kita luput dari kebinasaan. Kata “Paskah” dalam bahasa Mesir ialah Pesht yang berarti “mengembangkan sayap/tangan untuk melindungi”. Matius 23:37 - Tuhan Yesus rindu melindungi Yerusalem, bagai induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya. Yesaya 31:5 – Seperti burung yang berkepak-kepak melindungi sarangnya, demikianlah Tuhan akan melindungi, menyelamatkan, memelihara dan menjauhkan Yerusalem dari celaka [Bahasa Inggris: “… passing over, He will preserve [it]”] Kematian & Kebangkitan Yesus Mazmur 16:10 berbicara tentang kematian sekaligus kebangkitan Tuhan Yesus – “sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan (Bahasa Inggris = corruption = membusuk).” Allah tidak menyerahkan Yesus ke dunia orang mati = kubur untuk tinggal terus di sana, sebab Ia hanya tiga hari tiga malam tinggal dalam kubur! Allah juga tidak membiarkan Yesus melihat kebinasaan = corruption = tubuhNya membusuk dalam kubur! Kita tahu, bahwa pada hari ketiga, Yesus bangkit dalam tubuh yang sempurna dan utuh. Tubuh itu juga yang kemudian naik ke surga. Dan kelak, tubuh yang sama akan datang kembali ke bumi, membawa kita untuk tinggal bersamaNya dalam surga untuk selama-lamanya. Dan oleh sebab Yesus telah bangkit dari kematian, kita pun satu kali kelak akan mengalami kebangkitan dari antara orang mati. Kuasa Yang Membangkitkan Yesus Kuasa apa yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati? uasa Yang Membangkitkan Yesus Kuasa apa yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati? 1. Kuasa Allah Bapa – Efesus 1:15-20 Kuasa Allah Bapa telah membangkitkan Yesus dari kematian. Kuasa yang sama Ia mau berikan kepada saudara dan saya. Tuhan Yesus berjanji, kita yang percaya kepadaNya akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Ia lakukan – termasuk membangkitkan orang mati – bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar – Yohanes 14:12. 2. Kuasa Yesus sendiri – Yohanes 10:14-18 Yesus berkuasa memberikan nyawaNya, dan berkuasa pula untuk mengambilnya kembali. Artinya, Ia serahkan nyawaNya dan mati, tetapi Ia juga memiliki kuasa untuk mengambilnya kembali = membangkitkan DiriNya sendiri! 3. Kuasa Roh Kudus – Roma 1:4 Roh Kudus juga turut membangkitkan Yesus dari antara orang mati! Jadi, Allah Tritunggal: Bapa-Anak-Roh Kudus mempunyai kuasa untuk membangkitkan Yesus dari kematian. Dan kelak, segala kuasa itu hendak diberikan kepada saudara dan saya! Tetapi untuk saat ini, kita masih perlu belajar dan dididik. Segala keinginan daging harus terus menerus dikikis sampai habis sama sekali. Pada satu waktu, Tuhan akan membawa kita pada kesempurnaan yang penuh. Dan segala kuasa dan kemuliaan Allah diberikan kepada kita, sehingga seperti gambaran dalam Wahyu 12:1, kita menjadi perempuan = gereja Tuhan yang bersalutkan kemuliaan matahari, bulan dan bintang-bintang = kemuliaan Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Haleluya! Jika Roh Kudus yang telah membangkitkan Yesus ada dalam kita, maka Roh itu akan membangkitkan tubuh kita yang fana ini – Roma 8:11. Inilah pengharapan kita: kebangkitan tubuh yang fana, termasuk di dalamnya: kesehatan dan kesembuhan Ilahi! Kuasa itu akan mengubahkan kita menjadi sama seperti Yesus! Allah Mendidik Kita Setelah menyelamatkan, Tuhan mendidik saudara dan saya supaya kita – Titus 2:11-15: 1. Meninggalkan kefasikan; 2. Keinginan-keinginan duniawi; 3. Hidup bijaksana; 4. Adil, dan; 5. Beribadah di dalam dunia sekarang ini. Sambil menantikan penggenapan harapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus. Ia menyerahkan nyawaNya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya, yang rajin berbuat baik. Inilah proses yang harus kita jalani dalam hidup ini. Puji Tuhan! Selamat Paskah! Tuhan Yesus memberkati!

INFO SELANJTNYA:

Tidak ada komentar: