Rabu, 12 Mei 2010

BUAH ROH:KESABARAN DAN KEMURAHAN

Ayat Pokok: Galatia 5:22

Pendahuluan: Pohon tidak menghasilkan buah secara instan. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk menanam apel dan memanen buahnya yang ranum? Banyak orang berpikir bahwa apabila kita berada dalam Roh, dibaptis dalam Roh, maka otomatis buah Roh akan muncul. Yang otomatis terjadi adalah Roh Allah, yang telah memerdekakan orang berdosa, aktif bekerja dalam pikiran, perasaan dan keinginan orang-orang percaya untuk melahirkan pikiran, perasaan dan perbuatan Kristus.

I. Buah Roh adalah hasil dari proses hidup yang dikerjakan oleh Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya. Buah Roh tidak tumbuh secara alami dalam perangai manusia kita, namun berasal dari Roh. Roh Allah melahirkan Kristus (sifat-sifat Kristus) di dalam diri orang percaya (Rom 8:29-30).

a. Roh Allah mengerjakan apa yang menjadi bagian-Nya (Roma 8:9,11)

b. Orang percaya mengerjakan apa yang menjadi bagian-Nya. Jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup (Rom 8:14).

II. Buah Roh adalah satu (tunggal) namun terdiri dari kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri. Kesabaran dan kemurahan adalah bagian dari buah Roh yang tidak terlepas dari kasih, sukacita, damai sejahtera, kesetiaan, kelemah-lembutan, dan penguasaan diri.

Tidak mungkin seseorang bisa menjadi sabar dan murah hati apabila ia tidak memiliki kasih, suka cita, damai sejahtera, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, danpenguasaan diri.

a. Kesabaran adalah kualitas ketahanan (makrothumia) seseorang dalam menghadapi provokasi dengan tidak gegabah untuk membalas atau menghukum. Kualitas ketahanan seseorang yang tidak tergantung pada situasi atau kalah terhadap pencobaan, hal itu berseberangan dengan patah semangat namun berhubungan dengan pengharapan. Kesabaran kita seringkali diuji, kita menjadi patah semangat dan hilang pengharapan apabila seseorang berulang-ulang melakukan kesalahan yang sama. “Mana mungkin ia bisa berubah, lihat saja… dia melakukannya lagi kan!”

Ilust: Les Miserables, (Saksikan film tersebut pada cuplikan film tersebut di atas)

Victor Hugo menceritakan kisah Jean Valjean yang melakukan kejahatan pencurian roti untuk memberi makan anak-anak dari saudaranya yang kelaparan. Setelah dipenjara selama 19 tahun ia dibebaskan. Karena sulit mencari pekerjaan, ia pergi ke rumah seorang pendeta yang dengan baik hati memberikan makan malam dan mempersilahkannya untuk menginap. Terperangkap dalam pencobaan, ia mencuri perlengkapan makan yang terbuat dari perak milik pendeta tersebut dan kabur. Namun ia segera tertangkap dan dikembalikan ke penjara. Pendeta yang baik hati itu mengatakan, “Mengapa, saya memberikannya kepadanya. Dan Jean, kamu lupa membawa tempat lilinnya.” Jean terkejut dengan kebaikan yang sedemikian, dan hal ini telah menghasilkan pertobatannya. Sebuah perbuatan kebaikan telah membawa seorang berdosa kembali kepada Juruselamat (Encyclopedia of 7700 Illustrations, 2934).

b. Kemurahan adalah kualitas kebaikan (chrestotes) yang condong diucapkan dengan lembut, ramah, temperamen yang calm, berbudaya dan berbudi halus dalam karakter dan tindakan ( II Tim 2:24-26, Titus 3:1-2, Yak. 3:17).

Epigram: Seorang guru meminta kepada murid-muridnya untuk memberitahukan apa arti kemurahan hati. Seorang anak lelaki melompat dan mengatakan, “Begini, jika saya lapar dan seseorang memberikan saya sepotong roti, itu adalah kebaikan hati. Tetapi jika mereka memberikan selai di atasnya itulah menjadi kemurahan hati” (Encyclopedia of 7700 Illustrations, 2956)

III. Bagaimana memanifestasikan Kesabaran dan Kemurahan? Gal. 5:24-25

a. Rintangan: kedagingan dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (ay 24). Apa yang bertumbuh di kebun tanpa harus ditanam? Roma 7:18-19. Inilah yang akan terjadi apabila kita mengandalkan keinginan sendiri.

b. Jalan Keluar: Hidup dipimpin oleh Roh (ay 25)

Ilust: Bila kita menginginkan buah, maka kita harus lebih berusaha.

“When you are good to others, you are best to yourself,” Ben Franklin

Kolose 1:10-11, dan kamu memberi buah… dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar.”

Penutup: Buah tidak akan menjadi rahasia dan tersembunyi, tetapi akan menyatakan kehadirannya. Setiap orang dilihat dari buahnya. Orang percaya tidak berjuang sendiri, tetapi Roh Allah yang luar biasa bekerja bersama dengannya untuk menghasilkan buah Roh. Orang percaya dapat bersandar pada Roh Allah dan menerima pertolongan-Nya

Tidak ada komentar: