BATU SANDUNGAN

1. Istilah batu sandungan , dalam Alkitab Perjanjian Lama adalah "Miksol". Asal muasal frasa ini adalah larangan menempatkan sebuah batu sandungan di depan orang buta. Sedangkan dalam bahasa Yuani, kata batu sandungan adalah terjemahan dari kata "skandalon" ( Bhs. Yunani). Batu sandungan adalah sebuah kiasan untuk  menunjuk kepada perilaku orang atau tingkah laku yang membuat orang lain menjadi berdosa atau berperilaku berdosa dan menolak Kristus. Batu sandunga juga bermakna sesuatu halangan yang dapat menyebabkan kejatuhan (Imamat 19:14).

2. Dalam Perjanjian Lama, beberapa ayat yang menggunakan istilah  :
Imamat 19:14
"Janganlah kau kutuki orang tuli dan di depan orang buta janganlah kau taruh batu sandungan, tetapi engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN."

Yehezkiel 44:12
" Oleh karena mereka telah melayani bangsa itu dihadapan berhala-berhala mereka, dan mereka bagi kaum Israel telah menjadi batu sandungan, yang menjatuhkannya ke dalam kesalahan, oleh karena itu Aku bersumpah mengenai mereka, demikianlah firman TUHAN, bahwa mereka akan menanggung hukumannya sendiri."

3. Dalam Alkitab Perjanjian Baru, beberapa ayat yang memuat istilah batu sandungan dan sandungan ini adalah
1 Korintus 8:9
" Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah."

2 Korintus 6:3
"Dalam hal apapun, kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela."

4. Istilah batu sandugan dalam beberapa terjemahan Alkitab adalah:
"Syak" - TL
"membua orang lain menjadi berdosa"-BIS
"sandungan"-MILT
"proskomma"- GREEK
"sandhungan"- Jawa
"hindrance"-NETBible
"stublingblok"- KJV

5. Mahatma Gandhi,  seorang pejuang Hak Asasi Manusia yang terkenal di dunia, yang berasal dari India, seorang penganut agama Hindu yang sangat taat, pernah berniat untuk menjadi pengikut Kristus. Ia kemudian masuk ke sebuah gereja untuk mengikuti ibadah. Tetapi orang-orang yang ada di gereja menandang sinis kepadanya dan berkata," gereja ini hanya untuk orang-orang kulit putih,".Orang-orang di gereja itu bahkan menyarankan agar Gandhi pergi ke gereja orang-orang negro saja. Seketika itu juga, Gandhi meninggalkan gereja dengan sedih dan  niatnya menjadi orang Kristen pun langsung runtuh. Ia kemudian mengatakan,"Saya suka Kristus, tetapi saya tidak suka kekristenan. Kata-kata Gandhi ini sesungguhnya merupakan suatu teguran yang keras bagi kita orang Kristen, dimana lewat kehidupan kit (etika, perkataan, tingkah laku, cara berpakaian, etos kerja, dll), orang justru tersandung dan menolan Kristus. Keinginan Gandhi bertemu "Kristus" secara pribadi, justru dihalangi oleh  orang Kristen sendiri. Bukankah masih banyak jemaat Tuhan, bahkan para pelayan Tuhan yang memperlakukan saudara seiman  dengan memebda-bedakan status dan menandang muka? Inikah "Surat Kristus"? Tindakan  yang demikian jsutru, menjadi sandungan bagi orang lain. Mari sama-sama kita belajar, agar  lewat hidup kita, orang diberkati dan mengenal Kristus, sehingga tidak ada lagi Mahatma Gandhi yang lain menolak Yesus, karena kehidupan orang Kristen . (Banyak yang tidak menjadi berkat bagi orang lain).

Tidak ada komentar: