PAKET NATAL 2014

SIKAP MENENTUKAN HASIL

Ayat Pokok
Filipi 1:3-11
Pendahuluan
Dalam kehidupan kita di dunia, tidak jarang Tuhan mengijinkan kita menghadapi berbagai halangan dan rintangan. Yang harus kita perhatikan, bagaimana sikap kita menghadapi setiap persoalan ini? Terkadang satu masalah yang sama, tetapi bisa disikapi oleh orang dengan cara yang berbeda.

Rasul Paulus sarat dengan benyak nasehat yang sangat bermanfaat yang dapat membuat kita tetap kuat dalam menghadapi setiap problem kehidupan yang kita alami selama kita ada dimuka bumi ini.

Paulus menulis surat Filipi ini ketika ia ada di dalam penjara. Saat itu sudah kira-kira ia dipenjara dengan tangan kaki yang terbelenggu. Sungguh suatu keadaan yang tidak mengenakan. Tetapi yang luar biasa, dari seluruh isi surat Filipi, tidak pernah sekalipunn kita jumpai kalimat-kalimat mengumpat. Yang ada justru ucapan-ucapan syukur kepada Tuhan. Dan terbukti ucapan syukur yang ia naikkan kepada Tuhan mengandung kuasa yang heran. Rantai besi dan dan dinding penjara hancur oleh karena pujian yang ia naikkan kepada Tuhan.

Sikap Menentukan Hasil.
Melalui bagian firman Tuhan dalam Filipi 1:3-8 ini, kita akan belajar bagimana sikap yang benar sesuai dengan teladan Rasul Paulus, saat ia menghadapi tantangan dan aniaya dalam kehidupannya. Hal ini penting untuk kita perhatikan, karena sesungguhnya sikap akan menentukan hasil akhir yang akan kita dapatkan.

Pertama: Sikap Terhadap Orang Lain 
" Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita.
( ayat 3 -4)
Jemaat Filipi ini bukanlah jemaat yang super saleh tanpa salah. Mereka adalah jemaat biasa sama seperti kita yang penuh dengan kekurangan, kelemahan cacat cela dan dosa.  Namun demikian ada satu hal yang patut kita pelajari dari Rasul Paulus ini yaitu Paulus tetap menerima mereka apa adanya, bahkan terus mendoakan mereka dengan sukacita.

Bagaimana dengan kita?
Adakah orang-orang yang menjengkelkan dalam kehidupan kita? Mari kita tetap bersyukur dan mendoakan mereka dengan sukacita. Jangan pernah bermimpi kita bisa menyenangkan semua orang. Ada saja tentu orang yang tidak suka dengan kita, tidak setuju dengan pendapat kita. Bahkan sering menjengkelkan kita. Tapi itu semua bukan alasan untuk kita membenci mereka. tetap mendoakan mereka.

Kedua: Sikap Terhadap Situasi
" Memang sudah sepaputnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada didalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan , maupun pada waktu, aku membela dan meneguhkan Berita Injil"- Ayat 7

Situasi yang berat,  bukan alasan untuk Paulus berputus asa dan kehilangan pengharapan. Ia tidak menghadi masalah dengan respon yang negatif. Bisa saja rasul Paulus menjadi kecewa, karena setelah mengikut Tuhan, justru hidupnya penuh dengan tantangan. Bisa saja ia berpikir " lebih enak kalau aku tetap jadi seperti dulu sebelum menjadi pengikut Yesus". Tapi  Paulus tidak melakukan ini.Ia tetap berpikir positif atas apapun hal-hal negatif yang ia alami. Kita tidak bisa mememilih situasi seperti apa yang akan kita alami. Yang bisa kita pilih adalah sikap seperti apa yang akan kita laukan menghadapi situasi ini. Jika kita menghadapidengan sikap yang benar, akan ada perkara besar yang Tuhan ijinkan, meyertai kesetiaan kita dalam menjalani situasi yang berat ini.

Sebaliknya, jika kita bersikap negatif, iblislah yang akan bersorak kemenangan karena sudah mampu mengalahkan kita.

Ketiga, Sikap Terhadap Gereja
" Sebab Allah adalah saksiku, betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian"- Ayat 8

Mengasihi Tuhan, harus dibuktikan dengan bukti nyata yaitu mengasihi gereja-Nya. Gereja bisa dalam arti sebagai tubuh Kristus. Sekalipun kita beragam, berbeda-bedan dalam talenta, kemampuan, kekuranagn dan keterbatasan, tetetapi  perbedaan yang ada bukan alasan untuk kita tidak mau bekerja sama. Perbedaan yang ada justru harus kita manfaatkan dengan saling bekerja sama, saling mengasihi dan melayani. Gereja juga bisa bicara tentang organisasi gereja dimana kita ada. Tuhan menghendaki kita menjadi bagian dari gereja lokal. Mari kita terlibat dalam pelayanan sesuai dengan talenta yang Tuhan berikan. Bagaimana dengan sikap kita selama ini terhadap gereja? Ini menjadi perenungan kita bersama.

Penutup
Saat kita mengakhiri perjalanan hidup di dunia ini, buah apakah yang akan kita petik kelak? Sikap kita menentukan buah atau hasil yang akan kita tuai !. Bagaimana selama ini sikap kita terhadap orang lain, situasi dan gereja?
Tuhan Yesus memberkati kita semua

SEKILAS INFO
Anda membutuhkan slide powerpoint dari khotbah ini dan khotbah-khotbah lainnya? Anda membutuhkan bantuan untuk pembuatan slide powerpoint?
Silakan hubungi saya via telp/sms ke.085228085470.
PIN BB;2950F3BF
atau surat ke
HOSEA MULTIMEDIA
PO.Box 118 TEMANGGUNG 56200

Dapat juga via email ke:solusi_sukses2007@yahoo.co.id

DENGAN SUKACITA KAMI AKAN MELAYANI ANDA

Tidak ada komentar: