Minggu, 08 Mei 2011

PRIA SEBAGAI IMAM DALAM KELUARGA

Ayat Pokok: 1 Petrus 3:1-2

Oleh :

Pendahuluan:

Banyak keluarga yang hancur akibat dari tidak menempatkan diri dalam posisi yang sebenarnya sehingga terjadi mis-komunikasi dalam satu rumah tangga. Hal ini juga dialami keluarga Kristen hingga ada yang berakibat berantakan karena suami maupun istri tidak mengerti fungsi mereka masing-masing sebagai seorang istri atau istri Kristen. Petrus mengatakan pada suratnya dengan jelas memaparkan tugas dan tanggung jawab sebagai istri-suami sebagai keluarga Kristiani dimana dikatakan 1 Petr 3:1-2 Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu. Dan sebagai seorang suami juga dikatakan dengan jelas "Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang" (aya 7).

Kebanyakan keluarga Kristen tidak lagi meletakkan firman Tuhan sebagai dasar yang kokoh bagi keutuhan keluarga mereka.

A. Beberapa model keluarga pada zaman sekarang

Sebelum kita melihat apa fungsi seorang pria sebagai imam di dalam kelauarganya, mari kita lihat terlebih dahulu beberapa model "kedudukan"pemerintahan yang ada di dalam keluarga Kristen dewasa ini.

  1. Model garis lurus yaitu: model ini menyatakan suatu urutan otoritas dengan garis lurus; Otoritas tertinggi berada di tangan suami; otoritas kedua yang ada di bawah suami adalah istri; Istri mempunyai otoritas terhadap anak-anak, model ini biasanya terdapat pada keluarga di mana sang suami adalah orang yang super sibuk sehingga tanggungjawab pengurusan anak dilimpahkan sepenuhnya kepada istri.
  2. Model persamaan hak dimana model ini menyatakan bahwa suami dan istri mempunyai kedudukan yang sama otoritasnya. Otoritas yang tertinggi berada di tangan suami dan istri. Anak-anak diurusi oleh siapa saja yang sempat dan model ini biasanya terdapat pada keluarga yang suami maupun istri sama-sama sibuk dengan urusan masing-masing.
  3. Model penguasa tunggal; model ini menyatakan di mana suami mempunyai kedudukn dan otoritas tertinggi atas istri dan anak. Kedudukan istri tidak mempunyai otoritas apapun terhadap anak-anak. Ini terjadi bila seorang suami dikenal dengan sikap diktator, tidak ada yang boleh menentangnya, tidak anak tidak istri
  4. Model bertukar peran; di mana istri menggantikan perananan suami dengan memengang otoritas tertinggi atas suami dan anak. Suami kurang berperan tidak mempunyai otoritas apapun dan bahkan mengurusi rumah tangga, istri menjadi pencari nafkah.
  5. Model Izebel, istri yang memang seluruh kendali atas suami, anak dan seisi rumah suami hanya tunduk kepada perintah istri demikian juga anak-anaknya. Ini biasa terjadi pada wanita karier yang lebih sukses dibandingkan suaminya.

Model Yang Benar

Model keluarga Kristen, suami adalah kepala keluarga yang mempunyai otoritas terhadap istri dan anak-anaknya (Kej 3.16; 1 Tim 3.12; 1 Kort 11.3), istri mewakili suami sebagaimana Kristus mewakili Allah dan suami mewakili Kristus. Suami juga bertanggungjawab atas anak-anaknya (Kol 3.21; Efs 6.4) istri mempunyai otoritas terhadap anak-anaknya sebagai seorang ibu ( Efs 6.1-20 dan model ini adalah model keluarga Kristen yang dikehendaki Tuhan.

B. Peranan Suami Sebagai Imam dalam keluarga

Ada 3 fungsi utama seorang imam, yaitu;

  1. Mempersembahkan korban, korban yang dipersembahkan seorang imam adalah untuk dirinya sendiri dan seluruh jemaat, korban yang dipersembahkan untuk menguduskan dirinya dan seluruh jemaat. Di dalam lingkungan keluar, peranan seorang suami sebagai seorang imam dalam atau bagi keluarganya adalah menjaga kekudusan dirinya sendiri dan anak-anaknya
  2. Menaikkan doa syafaat. Tugas seorang imam menaikkan doa syafaat kepada Tuhan untuk kepentingan umat Tuhan atau dikatakan bahwa ia menjadi penengah antara Tuhan dan umatNya dan juga penengah antara iblis dan anak-anakNya. Suami Kristen juga menjadi pendoa syafaat atau penengah bagi istri dan anak-anaknya.
  3. Memberkati. Dimana suami Kristen harus memberkati umat Tuhan, demikian juga suami Kristen wajib memberkati dan menjadi berkat bagi keluarganya dengan cara melayani istri dan anak-anaknya dalam hal berkat materi dan berkat jiwani dan berkat batiniah bagi istri.

Tidak ada komentar: