ALAMAT REDAKSI

PO.Box 118 Temanggung 56200
JAWA TENGAH - INDONESIA
HP/SMS/WA.085228085470

CP: Pdt. HOSEA AGUS SUSANTO,S.Pd.K, M.Miss
Tampilkan postingan dengan label BAHAN KHOTBAH TENTANG KEMERDEKAAN DALAM KRISTUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAHAN KHOTBAH TENTANG KEMERDEKAAN DALAM KRISTUS. Tampilkan semua postingan

ARTI KEMERDEKAAN KRISTEN

No Comments


Bacaan Alkitab :
Galatia 5:1-13

Pendahuluan
Pada dasarnya kemerdekaan adalah kerinduan setiap orang. Namun seringkali kita tidak mendapatkannya karena kita memang tidak memahami makna kemerdekaan itu sendiri.

Makna Kemerdekaan Kristen
Apa makna kemerdekaan itu?

1. Hidup tanpa penjajahan
Roma 6:6,"Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.."
Pada masa lalu, kolonialisme atau penjajahan terkait dengan  penguasaan atas negara lain melalui kekuatan militer. Pada masa modern sekarang ini, penjajahan muncul  dalam bentuk yang baru dan terselubung. Dengan dukungan kekuatan global, negara yang kuat dapat menguasai dan mengatur negar yang lain, misalnya melalui perekomonian atau sistem politiknya. Jadi, negara yang sudah merdeka dari kolonialisme lama, masih dapat terjajah oleh kekuatan asing dalam bentuk yang berbeda.

Kalau kita perhatikan, ternyata dosa mirip dengan penjajahan. Di dalam Kristus, "manusia lama kita telah turut disalibkan, supay tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa, 
 Kita telah dimerdekakan dari kuasa dosa dan diberi kehidupan baru, diperlengkapi untuk tidak lagi hidup sebagai hamba dosa.melainkan mampu mendayagunakan anggota tubuh sebagai "senjata-senjata kebenaran" (Roma 6:13). Namun, Paulus juga mengingatkan bahwa dosa tidak bakal tinggal diam. Ia akan terus berusaha untuk berkuasa lagi atas tubuh kita, dan menggoda kita untuk selalu menuruti keinginannya. Dosa ingin terus menjajah kita.

Untuk menghadapi kusa dosa, kita perlu mengalami pembaharuan pikiran. Kita berpegang teguh pada kebenaran bahwa di dalam Kristus Yesus kita sudah mati bagi dosa, dan sekarang dipanggil untuk hidup bagi Allah ( Roma 6:11). Semakin kuat kesadaran kita akan kemerdekaan yang dianugerhkan kepada kita, semakin kuat pula kemampuan kita untuk menolak godaan dosa.

KRISTUS YANG TELAH MEMAMPUKAN KITA DARI KUASA DOSA, DIA PULA YANG AKAN MEMAMPUKAN KITA HIDUP BERKEMENANGAN ATASNYA.

2. Hidup dengan potensi maksimal
3. Hidup yang mampu mengalahkan musuh
4. Hidup yang mengalami rencana Tuhan yang sempurna

Mengalami Kemerdekaan
Kapan kita akan mengalami kemerdekaan?
1. Jika kita tidak mau diperhamba ( Gal 5:1)
2. Jika kita tahu kebenaran ( Yoh 8:31-32)
3. Jika kita menolak dosa ( Yoh 8:35-36)
4. Jika kita dipimpin Roh Kudus ( II Kor 3:17)
5. Jika kita siap hidup sebagai Hamba Allah ( I Pet 2:16)

Penutup
Jadi kesimpulan kita, kemerdekaan harus dipahami dan direbut dalam hubungan dengan pengenalan kita akan Kristus dan persekutuan kita dengan Roh Kudus.

LINK INFORMASI PENTING

YESUS DATANG MEMBAWA KEMERDEKAAN

No Comments

Ayat Pokok: 
Roma 7:14-23

Pendahuluan
Sebentar lagi kita akan merayakan kemerdekaan negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejak tanggal 17 Agustus 1945,  bangsa kita telah merebut kembali hak kemerdekaanya yang telah dirampas oleh para penjajah, baik oleh Belanda selama 350 tahun, maupun oleh Jepang selama 3,5 tahun. Kemerdekaan adalah sebuah kenyataan sejarah bagi bangsa ini yang pantas untuk kita syukuri.
Namun sadarkah kita bahwa Yesus Kristus yang telah datang lebih dari 2000 tahun yang lalu telah memberikan kemerdekaan dan kemenangan-Nya atas dosa manusia kepada setiap kita sebagai orang yang percaya. Jika bangsa Indonesia berjuang merebut kemerdekaan untuk merebut kembali haknya sebagai bangsa yang merdeka tanpa dikuasai bangsa lain dan bebas mengeluarkan pendapat, mengatur diri sendiri dan mengejar cita-citanya,hal yang sama Tuhan Yesus lakukan untuk kita, supaya kita sebagai orang percaya memperoleh kemerdekaan atas  hukum dosa. Roma 7:14-23 menuliskan bahwa kita berada dibawah hukum dosa yang membuat kita menjadi hamba dosa.

Ketika kita menjadi hamba dosa.
Saat kita menjadi hamba dosa, yang terjadi dalam hidup kita adalah:

a. Kita menuruti keinginan dosa dalam hidup kita ( Roma 6:12-13)

Hawa nafsu dan keinginan untuk berbuat dosa tidak dapat kita bendung, atau tahan, malah sebaliknya, saat kita berusaha menahannya, justru membuatnya semakin menjadi-jadi.

b.  Kita tidak bisa melakukan yang baik, malah sebaliknya, yang tidak baik yang kita kerjakan 
(Rom 7:15)

Kita ingin melakukan yang baik saja dalam hidup ini, tetapi malah sebaliknya kita melakukan kejahatan, baik dimata Tuhan dan juga manusia.

c. Kita menjadi malu dan hidup kita mengalami kematian rohani ( Rom 6:21-23).

Saat kita selesai melakukan dosa, yang tinggal hanya rasa malu dan penyesalan. Dan selalu penyesalan datangnya belakangan.

d. Kita menerima penghukuman kekal dari Tuhan 

Alkitab mencatat bahwa upah dosa ialah maut, dan murka Tuhan ada atas hidup kita. Inilah yang terjadi saat hidup kita menjalani hidup sebagai manusia lama di luar Kristus. Tetapi saat ini kita sebagai orang-orang yang percaya dan menerima penebusan Yesus Kristus di kayu salib, kita bersyukur bahwa Allah telah membebaskan kita dari semua jerat dosa.

Yesus datang untuk memberikan kemerdekaan bagi kita atas kuasa dosa yang telah sekian lama membelenggu dan menjajah hidup kita. Mari terimalah anugerah-Nya yang luar biasa. Firman Tuhan berkata"siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh Kudus kepada kita."

Yang terjadi saat kita meneriama Tuhan Yesus Kristus.
Saat kita menerima Tuhan Yesus Kristus dalam hidup kita, maka yang terjadi adalah:

a. Kita kembali menerima hidup sesungguhnya

Dalam Yohanes 10:10, Tuhan Yesus bersabda,"Aku datang untuk memberikan hidup, hidup dalam kelimpahan". Saat kita   dikuasai dosa, maka kita tidak memilik hidup. Hidup kita dikontrol dan dikendalikan oleh keinginan  dosa yang terus menerus ada dalam hidup kita. Dan kita diperbudak oleh dosa tersebut, sehingga yang terjadi kita kalah dan mengalami kegagalan demi kegagalan. Hati dan rohani kita dibutakan oleh  dosa. Semuanya akan dikembalikan oleh Tuhan, saat kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita.

b. Kita menerima Roh Allah dalam hidup kita.
Dalam 2 Korintus 3:17 dicatat,"Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.
Roh Allah yang ada dalam hidup kita memberikan kemerdekaan.

 c Kita diyakinkan mendekati tahta Allah
Baca: Efesus 3:12, Ibrani 9:13-14, 22

d. Kita hidup sebagai hamba-hamba Allah
Dalam 1 Petrus 2:16 dicatat,"Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.

Penutup
Kehadiran Yesus, Tuhan yang menjadi manusia, telah menyelamatkan kita. Karya penyelamatan di kayu salib, kesediaan-Nya tinggal dalam diri kita, dalam hidup kita, di dalam Roh-Nya yang kudus, membuat kita bisa melewati angin ribut dan badai pencobaan. Kehadiran-Nya membuat hidup orang yang percaya berakhir dengan "happy Ending".

Mari kita menyukuri anugerah Tuhan ini dengan hidup seturut firman-Nya


MENGALAMI KEMERDEKAAN YANG SEJATI

8 comments
Ayat Pokok:

"Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."
(Yohanes 8:36)

Disampaikan dalam Ibadah Raya Sore di GPdI Ngadirejo - Temanggung

Pendahuluan
Apakah artinya merdeka?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, merdeka diartikan sebagai : tidak terikat,  tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu. leluasa, dapat berbuat sekehendak hatinya.
Banyak orang mengartikan bahwa kemerdekaan atau kebebasan adalah kehidupan yang tanpa  halangan dan rintangan.  Orang yang berpikir seperti ini kemudian akan memiliki pemikiran pula bahwa karena itu ia bebas berbuat apa saja seturut kehendaknya, tidak peduli apakah yang dia lakukan bermanfaat atau tidak bagi orang lain, atau bahkan merugikan orang lain atau tidak.
Dia hanya berpikir, " Karena aku orang yang merdeka, maka aku dapat melakukan apapun yang ingin aku lakukan, dan berkata apa saja kepada siapapun  seperti yang aku ingin katakan. Tidak ada seorangpun yang berhak melarang aku atau mengatur aku."
Orang yang memiliki konteks berpikir seperti ini, mungkin akan dapat dengan leluasa melukai,menyakiti atau bahkan menghilankan nyawa orang lain dengan cara apapun sesuai dengan keinginannya. Dunia mengajarkan bahwa untuk memperoleh kemerdekaan, maka kita harus dapat melakukan apa saja, tanpa harus mendengarkan apa kata orang. Kita dapat memperoleh kemerdekaan jika kita dapat memperjuangkan kepentingan diri sendiri,dan tidak perlu memikirkan orang lain.
Benarkah demikian?

Pengertian merdeka menurut persepektif Alkitab
Alkitab memberikan pengajaran bahwa satu-satunya cara untuk kita memperoleh kemerdekaan sejati kita adalah melalui Yesus Kristus, sebagaimana yang dicatat dalam Yohanes 8:38 ini. Hal ini juga dicatat dalam Galatia 5:1," Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan."
Dari ayat ini kita dapat mengambil perenungan bahwa ternyata ada kemerdekaan yang palsu, yang tidak sungguh-sungguh. Itu sebabnya ditekankan melalui ayat ini, "supaya kita sungguh-sungguh merdeka.". Ada orang yang mungkin merasa bahwa ia sudah merdeka, tetapi benarkah ia sungguh-sungguh merdeka? Sebab ternyata, kemerdekaan yang sesungguhnya hanya ada dalam Kristus Yesus. Itu artinya diluar Kristus, yang ada hanya kemedekaan yang semu.

Apa kemerdekaan yang kita alami dalam Kristus?
Pertama, Kemerdekaan dari dosa ( Roma 6:8)
Sebelumnya kita terikat oleh dosa dan tidak mampu melepaskan diri dari cengkeraman maut. Karena itu manusia membutuhkan seorang pahlawan yang membebaskan manusia dari keterikatan akan dosa. Manusia dengan kekuatan sendiri tidak akan dapat melepaskan dirinya cari cengkeraman belenggu dosa. Hanya  Yesus Kristus yang dapat melepaskan semua dosa dan akibat dosa yang menimpa manusia. Itulah sebabnya Yesus datang ke dunia menjadi manusia untuk menggantikan kita dalam menanggung hukuman  dosa. Dialah pahlawan satu-satunya yang memberikan nyawa-Nya  untuk membayar lunas dosa manusia dengan  dengan darah-Nya yang mahal.
Sungguh besar kasih-Nya sehingga kita dapat merdeka di dalam Kristus, yakni hidup tidak dikuasai dosa dan  bertujuan untuk senantiasa memuliakan Tuhan.

Kedua, kemerdekaan dari penghukuman (Roma 8:1-2)
Roma 8 adalah deklarasi kemerdekaan Kristen. Salah satunya adalah kemerdekaan dari penghukuman. Roma 8:1-2  menulis," Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan maut.".

Ketiga, kemerdekaan dari dunia jahat (Galatia 1:4)
Kristus memerdekakan kita dari dunia jahat. Ketika kita menyerah pada pimpinan Allah dan meminta penyertaan Tuhan, maka Kristus akan melepaskan kita dari pengaruh dunia yang jahat.

Keempat, kemerdekaan dari kutuk hukum Taurat (Galatia 3:13)
Kematian Kristus adalah cara Allah memerdekakan kita dari kutuk hukum Taurat.

Kelima, kemerdekaan dari berhala (Galatia 4:8)
Alkitab menulis bahwa sebelum orang mengenal Kristus dan menyerahkan diri kepada-Nya, kita adalah hamba-hamba berhala atau ilah-ilah. Tetapi sekarang setelah kita percaya kepada Kristus, maka kita bukan lagi hamba berhala, tetapi hamba Tuhan dan hamba kebenaran.

Keenam, kemerdekaan dari  iblis (Ibrani 2:14)
Kematian Kristus membebaskan kita dari kuasa iblis sehingga kuasanya tidak lagi dapat menjerat kita.

Ketujuh, kemerdekaan dari kematian kekal (Ibrani 2:15)
Akibat kehidupan  yang dipimpin oleh iblis adalah kematian dan kebinasaan kekal, tetapi setelah kita percaya kepada Kristus, maka Kristus memerdekakan kita dari kematian kekal.

Tanggungjawab kita atas kemerdekaan yang telah kita terima.
Kristus telah memerdekakan kehidupan setiap orang yang percaya kepada-Nya, sehingga maut dan dosa tidak lagi berkuasa atas anak-anak-Nya. Oleh karena itu kita perlu menjaga kemerdekaan rohani kita dengan setia beribadah, tetap percaya kepada-Nya,  dan melakukan perbuatan baik  agar dunia melihat Kristus melalui hidup kita.
Inilah seharunya yang menjadi keseriusan dan perhatian kita sebagai orang percaya, yakni hidup melakukan kehendak Tuhan. Kemenangan rohani, kitalah yang menentukan.

Disampaikan dalam ibadah Minggu Pagi,  19 Agustus 2018
Di GPdI Ngadirejo.

Bagi Bapak/Ibu yang membutuhkan slide powerpoint dari khotbah ini dapat menghubungi kami melalui WA.0897 3537 437
( Dengan Pdt. Agus Susanto - Temanggung)

Anda menemukan halaman ini dengan pencarian melalui kata kunci: bahan khotbah tentang kemerdekaan Kristen, kemerdekaan sejati, kemerdekaan dalam Kristus, GPdI Ngadirejo Temanggung, kemerdekaan dari penghukuman, gereja di Ngadirejo,